Relawan Bobby Nasution Kampanyekan Protokol Kesehatan
Kamis, 1 Oktober 2020 | 16:59 WIB
Medan, Beritasatu.com - Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nomor urut dua, Bobby Afif Nasution - Aulia Rachman, mengerahkan ibu - ibu yang tergabung dalam jaringan relawan pemenangan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Medan, supaya turut andil dalam mengkampanyekan protokol kesehatan.
Bobby Nasution mengatakan, peranan ibu rumah tangga mempunyai pengaruh besar dalam membantu pemerintah dan tenaga kesehatan dalam mengantisipasi penyebaran virus corona di tengah pandemi Covid-19. Sosialisasi bisa dimulai dari tengah keluarga, oleh setiap ibu terhadap anak-anaknya.
"Jadi bukan hanya memberikan sosialisasi atas program yang akan kita bangun untuk pemerintahan mendatang, sosialisasi protokol kesehatan ini juga digencarkan kalangan ibu rumah tangga sebagai relawan. Sosialisasi dari rumah ke tetangga dan seterusnya," ujar Bobby Nasution di Medan, Kamis (1/10/2020).
Selain melibatkan kalangan ibu rumah tangga, kata menantu Presiden Joko Widodo ini, pihaknya juga melibatkan para ayah, tokoh masyarakat, pemuka agama, relawan pendukung, dan elemen lainnya, dalam melakukan kampanye protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 tersebut.
"Gerakan sosial ini sangat bermanfaat dalam mengatasi pandemi tersebut. Gerakan ini juga akan membantu Pemkot Medan dalam mempercepat proses pemulihan ekonomi di masa mendatang. Oleh karena itu, sosialisasi protokol kesehatan juga selalu kita gencarkan di masa kampanye ini," katanya.
Menurut penggagas #KolaborasiMedanBerkah ini, masih banyak warga yang mengabaikan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Ini terjadi karena sosialisasi oleh pemerintah di kota tersebut masih minim di tengah masyarakat.
"Kita sudah menyaksikan sendiri, yang mana pada hari pertama kampanye pilkada, kita menemukan langsung banyaknya warga yang berdatangan di lokasi acara. Dalam acara itu, calon wakil wali kota pendamping saya, Bang Aulia Rachman, langsung menyosialisasikan protokol kesehatan. Mereka memahami demi kebaikan masyarakat itu sendiri," ungkapnya.
Saat itu, sebagian dari warga yang datang ke lokasi acara, menyadari tujuan baik Aulia Rachman, dan keluar dari dalam lokasi pertemuan tertutup itu. Jumlah orang yang sebelumnya lebih dari 100 orang, akhirnya dibatasi sesuai aturan pemerintah, menjadi di bawah 50 orang.
"Mereka mengaku tidak mengetahui tentang protokol kesehatan. Ini membuktikan bahwa sosialisasi oleh pemerintah kota tidak maksimal. Seperti kita lihat sendiri, ada pihak yang seharusnya tetap bahaya pandemi, ternyata turut mengabaikan protokol kesehatan," ungkapnya.
Wakil Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini menyebutkan, kontestan pilkada mempunyai kewajiban membantu pemerintah untuk melakukan kampanye protokol kesehatan di tengah masyarakat. Kewajiban ini diperlukan agar masa tahapan pilkada tidak menimbulkan klaster baru Covid-19.
"Kita tidak boleh egois, apalagi di masa pandemi ini, sampai ada pihak yang hanya mengutamakan kemenangan dalam pilkada, 9 Desember 2020 mendatang. Keselamatan masyarakat harus diutamakan. Setelah itu, kebangkitan ekonomi sesuai dengan program yang sudah kita siapkan," sebutnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




