Marak Tawaran Pinjaman Lewat SMS, Masyarakat Harus Tingkatkan Literasi Finansial

Jumat, 2 Oktober 2020 | 08:47 WIB
HA
B
Penulis: Happy Amanda Amalia | Editor: B1
Aplikasi finansial KoinWorks.
Aplikasi finansial KoinWorks. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Masyarakat kini mulai lebih memanfaatkan teknologi digital dalam bertransaksi di masa pandemi Covid-19, sehingga mendorong kenaikan penggunaan platform fintech. Namun akselerasi digital dalam memanfaatkan platform fintech perlu didukung oleh literasi keuangan, khususnya keuangan digital oleh masyarakat. Ini mengingat kian maraknya modus kejahatan yang dilakukan platform fintech ilegal yang kerap mengirim pesan singkat (SMS) menawarkan pinjaman.

KoinWorks – sebagai platform super financial app yang telah tercatat sebagai penyelenggara aggregator dan memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk pinjaman P2P Lending melalui KoinP2P – menyadari pentingnya edukasi, dan pemahaman akan literasi keuangan digital dalam pemanfaatan ragam layanan keuangan oleh pengguna, khususnya di masa pandemi ini, supaya terhindar dari ancaman modus merugikan dari platform fintech tidak berizin yang meresahkan masyarakat.

Berdasarkan catatan KoinWorks, pertumbuhan rata-rata pengguna mencapai hingga 18% selama masa pandemi berlangsung. Pertumbuhan yang terjadi di tengah ancaman resesi, dan kondisi pandemi menunjukan ketertarikan masyarakat akan platform finansial digital.

Ketertarikan sektor usaha kecil menengah (UKM) untuk mengakses kemudahan dalam memperoleh alternatif pembiayaan melalui KoinBisnis di KoinWorks juga meningkat, di mana itu terlihat dari jumlah permintaan yang naik 30%. Kenaikan jumlah permintaan akan akses kebutuhan finansial ini membuat KoinWorks kian gencar dalam melakukan edukasi terkait literasi keuangan kepada masyarakat lewat berbagai macam kegiatan.

Menurut Chief of Marketing Officer KoinWorks Jonathan Bryan, literasi finansial yang baik di masyarakat pada dasarnya akan sangat membantu mengurangi kerugian dan keresahan masyarakat akan maraknya tawaran pinjaman ilegal via SMS yang terjadi belakangan ini.

"Di KoinWorks yang memang fokus pada ragam produk finansial untuk personal dan pelaku bisnis tidak pernah melakukan kegiatan pemasaran melalui SMS dengan maksud untuk menawarkan pinjaman. Kami selalu fokus pada edukasi terkait kebutuhan finansial dari setiap pengguna ataupun calon pengguna agar dapat menemukan produk yang cocok sesuai dengan kebutuhan finansialnya," ujarnya dalam siara pers, Kamis (1/10).

KoinWorks juga ikut serta secara aktif dalam upaya pemerintah dan industri untuk memberikan pemahaman akan aspek penting yang harus diperhatikan masyarakat dalam memilih platform fintech yang sesuai dengan kebutuhan finansialnya. KoinWorks selalu menghimbau agar masyarakat memeriksa status perizinan platform fintech di otoritas-otoritas berwenang seperti OJK atau Bank Indonesia, serta menghindari mengakses penawaran layanan melalui media penyebaran yang meragukan dan dilarang oleh pemerintah, seperti melalui SMS, direct message (DM) di media sosial, maupun sarana komunikasi pribadi lain yang bersifat personal, juga situs internet tidak resmi, dan secara aktif mengawasi praktik fintech ilegal agar sigap melaporkan kepada penegak hukum bila menemukan layanan fintech yang meresahkan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon