Lemhannas Bahas Revitalisasi BUMN Bidang Energi untuk Kesejahteraan Masyarakat
Selasa, 6 Oktober 2020 | 20:18 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) Program Pendidikan Reguler Angkatan 61 TA 2020 bekerja sama dengan Kementerian BUMN menggelar sebuah seminar bertajuk "Revitalisasi BUMN Bidang Energi untuk Kesejahteraan Masyarakat".
Dalam seminar tersebut dibahas bagaimana BUMN harus mampu menyerap aspirasi masyarakat di tengah pandemi Covid-19, untuk kemudian BUMN bidang energi yang ada ini bisa membantu pemerintah menuntaskan persoalan sektor ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa pandemi.
"Kita berupaya menyerap aspirasi masyarakat di mana BUMN bidang energi juga punya peran penting untuk membantu pemerintah menyejahterakan masyarakat di tengah pandemi," kata Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo dalam keterangan persnya, Selasa (6/10/2020).
"Oleh sebab itu, Lemhannas membantu menjembataninya dengan menggelar seminar virtual bertajuk 'Revitalisasi BUMN Bidang Energi untuk Kesejahteraan Masyarakat'. Meski acaranya sendiri digelar secara virtual, para peserta yang tergabung dalam seminar ini mendapatkan materi yang berkualitas, mendapatkan informasi dan juga ilmu yang bermanfaat besar dalam seminar ini," tambah Agus Widjojo lagi.
Ditambahkannya, para peserta diharapkan dapat menyerap dengan baik seluruh pemaparan yang disampaikan oleh pembicara. Sehingga pantas disejajarkan secara regular dengan angkatan sebelumnya.

Pembicara dalam seminar virtual "Revitalisasi BUMN Bidang Energi untuk Kesejahteraan Masyarakat".
"Sebagaimana lazimnya kultur cara berpikir kita. Bagaimana penulisan nantinya dapat menemukan hal yang kongkret dan dapat diimplementasikan secara jelas dan nyata ke masyarakat. Nantinya kita harapkan hasil seminar ini diangkat dari setiap masukan yang ada," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Budi Gunadi Sadikin yang hadir dan menjadi pembicara menggantikan Menteri BUMN Erick Tohir menyampaikan BUMN di Indonesia saat ini berada lebih dari 100 perusahaan.
Namun jumlahnya terus berkurang dimana total asetnya sendiri mencapai Rp 8.000 triliun. Dia menambahkan, pendapatan BUMN sebelum Covid-19 berada di angka Rp 2.100 triliun setahun. Ini sama besarnya dengan APBN pemerintah. Dengan sebesar ini BUMN memiliki peran sangat besar untuk ekonomi Indonesia.
"Prinsipnya adalah bangsa dan perusahaan yang menguasai teknologi dengan sistem energi ini, maka akan bisa bertahan dan mengalami kemajuan. Dan kita terus berusaha untuk melihat setiap perubahan atau transformasi di masyarakat dengan tetap memperhatikan transisi energi yang ada," ungkap Budi Gunadi Sadikin.
"Di depan mata, perubahan penggunaan bahan bakar minyak oleh kendaraan bisa jadi akan berubah dengan penggunaan tenaga listrik di tahun-tahun mendatang. Dan di masa depan, BUMN harus siap dengan terus memperhatikan tiga hal yakni: kedaulatan energi, keterjangkauan energi, dan juga kesinambungan," tukas Budi.
Sedangkan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati memaparkan, Pertamina sebagai perusahaan BUMN bidang energi yang dimiliki pemerintah terus berupaya menjaminnya ketersediaan energi dalam negeri, baik dari sumber di dalam negeri maupun di luar negeri. Meski kini tengah dalam masa pandemi Covid-19.
"Pertamina terus mendukung perekonomian masyarakat kecil seperti kolaborasi dengan ojol dan angkot dengan program berbagi berkah. Dan hingga saat ini kami (Pertamina) tetap mempertahankan ribuan karyawan tanpa ada PHK. Ini untuk kelangsungan berjalannya ekonomi negeri," tandasnya.
Seminar PPRA LXI TA 2020 Lemhannas RI ini juga menghadirkan beberapa narasumber Wakil Menteri BUMN dan Direktur Pertamina, serta empat orang Pembahas Utama yaitu Rinaldy Dalimi, Ari Kuncoro, Surya Darma, dan Rachmawan Budiarto dilengkapi dengan dua penanggap umum yaitu Sandiaga Uno dan Arifin Rudiyanto.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




