APK Perguruan Tinggi Indonesia Masih Rendah

Kamis, 8 Oktober 2020 | 18:21 WIB
IH
FH
Penulis: Indah Handayani | Editor: FER
Ilustrasi pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Ilustrasi pembelajaran jarak jauh (PJJ). (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Indonesia dinilai masih rendah. Saat ini, APK perguruan tinggi di Indonesia masih berada di angka 34 persen. Angka tersebut, jauh di bawah Malaysia yakni hampir 50 persen dan Singapura 78 persen.

Wakil Presiden (Wapres), Ma’ruf Amin mengungkapkan, pembelajaran online merupakan salah satu cara untuk meningkatkan APK perguruan tinggi di Indonesia.

"Hal itu karena bisa diakses dari mana saja, dan dengan biaya yang terjangkau," ungkap Ma'ruf Amin dalam keterangan pers yang diterima Kamis (8/10/2020).

Untuk mendukung misi pemerintah dalam meningkatkan APK, sejumlah perguruan tinggi sudah menjalankan perkuliahan blended learning, dimana perkuliahan dilakukan dengan metode belajar gabungan online dan tatap muka. Salah satunya yang dilakukan Universitas Siber Asia (Unsia).

Rektor Unsia, Prof Jang Youn Cho PhD CPA mengatakan, perkuliahan di Unsia memungkinkan mahasiswa mengakses materi belajar secara online dari mana saja, kapan saja, dengan pilihan jurusan yang banyak dibutuhkan industri.

"Kuliah secara online sangat cocok bagi siswa SMA dan sederajat yang baru lulus dan ingin kuliah serta mendapatkan banyak kesempatan untuk magang atau pekerja yang ingin kuliah sambil bekerja. Melalui perkuliahan online, tidak ada alasan untuk lulusan SMA dan sederajat untuk tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi," paparnya.

Mendukung hal tersebut, platform pendidikan online Pintaria turut serta dalam mendukung perkuliahan online yang dilakukan oleh Unsia, dengan menjadi mitra resmi.

Pintaria juga merupakan platform yang menjadi mitra resmi pemerintah dalam program Kartu Prakerja ini, telah berdiri sejak 2018. Pintaria juga telah merekrut ratusan ribu siswa untuk para mitranya, baik mitra perguruan tinggi maupun lembaga pelatihan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon