Pusat Tidak Terpikir untuk Rekayasa Konflik Papua
Rabu, 29 Agustus 2012 | 09:57 WIB
Pusat tidak pernah berpikir dan berniat untuk melakukan rekayasa ataupun pembiaran atas eskalasi keamanan di Tanah Papua.
Deputi I Bidang Koordinator Politik Dalam Negeri Kemenko Polhukam, Mayjen TNI Judy Hariyanto menegaskan bahwa Pemerintah Pusat tidak pernah melakukan rekayasa konflik di Papua.
Judy Hariyanto menegaskan hal itu saat berlangsung Diskusi Akbar Forum Pemerhati Pembangunan Papua Tengah (FPPT) di Timika, Rabu menanggapi terjadinya serangkaian aksi kekerasan di Papua akhir-akhir ini.
"Pemerintah Pusat tidak pernah berpikir dan berniat untuk melakukan rekayasa ataupun pembiaran atas eskalasi keamanan di Tanah Papua," kata Judy.
Terkait maraknya berbagai aksi kekerasan di Papua akhir-akhir ini, ia meminta jajaran Pemerintah Daerah di Provinsi Papua bersikap pro aktif dan peduli menggelar dialog konstruktif dengan seluruh lapisan masyarakat setempat.
"Cari solusi yang konkret, sederhana dan cepat dengan memperhatikan kondisi masyarakat yang majemuk dan keistimewaan adat-istiadat masyarakat," sarannya.
Judy mengakui akhir-akhir ini situasi keamanan di Papua kembali bergolak dimana terjadi serangkaian aksi kekerasan dan konflik yang tidak saja melibatkan masyarakat dengan aparat keamanan dan pemerintah tetapi juga antar sesama masyarakat.
Dikatakan, sejak awal pendekatan pembangunan di Papua berdasarkan pendekatan pembangunan perekonomian demi mewujudkan kesejahteraan rakyat Papua, bukan pendekatan keamanan.
Ia menambahkan, situasi keamanan yang stabil dan kondusif memang menjadi dasar bagi terlaksananya pembangunan secara baik dan menyeluruh di Papua. Karena itu, Judy berharap semua pihak pemangku kepentingan dan masyarakat Papua berkewajiban mewujudkan suasana yang aman dan damai.
Aksi kekerasan terus berlangsung di Papua dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir seperti kasus penembakan terhadap seorang polisi di Bandara Enarotali Paniai, penembakan terhadap petugas di Bandara Merauke, penembakan terhadap warga di Keerom dan terakhir pembakaran Kantor Bupati Dogiyai pada Senin (27/8/2012).
Pembakaran Kantor Bupati Dogiyai dan sebelumnya pembakaran Kantor Komisi Pemilihan Umum setempat dua pekan lalu dilakukan oleh massa yang marah atas terbitnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang hasil Pilkda Dogiyai yang dimenangkan pasangan Thomas Tigi-Herman Auwe.
Deputi I Bidang Koordinator Politik Dalam Negeri Kemenko Polhukam, Mayjen TNI Judy Hariyanto menegaskan bahwa Pemerintah Pusat tidak pernah melakukan rekayasa konflik di Papua.
Judy Hariyanto menegaskan hal itu saat berlangsung Diskusi Akbar Forum Pemerhati Pembangunan Papua Tengah (FPPT) di Timika, Rabu menanggapi terjadinya serangkaian aksi kekerasan di Papua akhir-akhir ini.
"Pemerintah Pusat tidak pernah berpikir dan berniat untuk melakukan rekayasa ataupun pembiaran atas eskalasi keamanan di Tanah Papua," kata Judy.
Terkait maraknya berbagai aksi kekerasan di Papua akhir-akhir ini, ia meminta jajaran Pemerintah Daerah di Provinsi Papua bersikap pro aktif dan peduli menggelar dialog konstruktif dengan seluruh lapisan masyarakat setempat.
"Cari solusi yang konkret, sederhana dan cepat dengan memperhatikan kondisi masyarakat yang majemuk dan keistimewaan adat-istiadat masyarakat," sarannya.
Judy mengakui akhir-akhir ini situasi keamanan di Papua kembali bergolak dimana terjadi serangkaian aksi kekerasan dan konflik yang tidak saja melibatkan masyarakat dengan aparat keamanan dan pemerintah tetapi juga antar sesama masyarakat.
Dikatakan, sejak awal pendekatan pembangunan di Papua berdasarkan pendekatan pembangunan perekonomian demi mewujudkan kesejahteraan rakyat Papua, bukan pendekatan keamanan.
Ia menambahkan, situasi keamanan yang stabil dan kondusif memang menjadi dasar bagi terlaksananya pembangunan secara baik dan menyeluruh di Papua. Karena itu, Judy berharap semua pihak pemangku kepentingan dan masyarakat Papua berkewajiban mewujudkan suasana yang aman dan damai.
Aksi kekerasan terus berlangsung di Papua dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir seperti kasus penembakan terhadap seorang polisi di Bandara Enarotali Paniai, penembakan terhadap petugas di Bandara Merauke, penembakan terhadap warga di Keerom dan terakhir pembakaran Kantor Bupati Dogiyai pada Senin (27/8/2012).
Pembakaran Kantor Bupati Dogiyai dan sebelumnya pembakaran Kantor Komisi Pemilihan Umum setempat dua pekan lalu dilakukan oleh massa yang marah atas terbitnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang hasil Pilkda Dogiyai yang dimenangkan pasangan Thomas Tigi-Herman Auwe.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




