Nur Alam Kembali Gandeng Saleh Lasata di Pilgub Sultra
Kamis, 30 Agustus 2012 | 02:18 WIB
Nur Alam-Saleh Lasata (Nusa) resmi berpasangan kembali untuk maju bertarung pada pemilihan gubernur (pilgub) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang akan digelar November 2012.
Nur Alam dan Saleh Lasata adalah Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra saat ini, dan sepakat untuk bersama kembali jika masih diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk melanjutkan kepemimpinannya pada lima tahun berikutnya.
"Terus terang, saya dilema untuk menentukan pasangan atau calon wakil saya, karena terlalu banyak rekan sejawat, rekan politik yang memiliki kemampuan yang sama dan rencana akan dijadikan pasangan. Tetapi akhirnya pilihan itu kembali kepada Saleh Lasata untuk mendampingi saya," kata Nur Alam.
Menurut Nur Alam, salah satu alasan sehingga pilihan itu jatuh kepada Saleh Lasata, untuk meneruskan kelangggengan hubungan keharmonisan yang terbangun antara keduanya selama memimpin Sultra lima tahun.
"Selam ini kami sudah menjalankan tugas dan fungsi kami, tanpa dinodai oleh sesuatu hal yang bisa merusak hubungan kami. Sehingga putuskan ingin melanjutkan keharmonisan ini," katanya.
Nur Alam meminta maaf kepada kader-kader terbaik Sultra lainnya yang tidak sempat untuk bersama-sama dirinya dalam menghadapi Pilgub Sultra tahun ini.
"Harapan saya, meskipun dalam suasana politik ini kita tidak bersama, namun saya berharap dalam suasana lainnya kita bisa bersama semua memikirkan membangun daerah ini," katanya.
Pasangan Nur Alam-Saleh Lasata saat ini didukung delapan partai pemilik kursi di DRD Sultra yakni PAN tujuh kursi, Demokrat tujuh kursi, PKS lima kursi, PDIP dua kursi, PKB dua kursi, PBB dua kursi, Gerindera satu kursi dan PKPI satu kursi, selain itu, Nur Alam juga didukung oleh 12 partai nonkursi.
Nur Alam dan Saleh Lasata adalah Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra saat ini, dan sepakat untuk bersama kembali jika masih diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk melanjutkan kepemimpinannya pada lima tahun berikutnya.
"Terus terang, saya dilema untuk menentukan pasangan atau calon wakil saya, karena terlalu banyak rekan sejawat, rekan politik yang memiliki kemampuan yang sama dan rencana akan dijadikan pasangan. Tetapi akhirnya pilihan itu kembali kepada Saleh Lasata untuk mendampingi saya," kata Nur Alam.
Menurut Nur Alam, salah satu alasan sehingga pilihan itu jatuh kepada Saleh Lasata, untuk meneruskan kelangggengan hubungan keharmonisan yang terbangun antara keduanya selama memimpin Sultra lima tahun.
"Selam ini kami sudah menjalankan tugas dan fungsi kami, tanpa dinodai oleh sesuatu hal yang bisa merusak hubungan kami. Sehingga putuskan ingin melanjutkan keharmonisan ini," katanya.
Nur Alam meminta maaf kepada kader-kader terbaik Sultra lainnya yang tidak sempat untuk bersama-sama dirinya dalam menghadapi Pilgub Sultra tahun ini.
"Harapan saya, meskipun dalam suasana politik ini kita tidak bersama, namun saya berharap dalam suasana lainnya kita bisa bersama semua memikirkan membangun daerah ini," katanya.
Pasangan Nur Alam-Saleh Lasata saat ini didukung delapan partai pemilik kursi di DRD Sultra yakni PAN tujuh kursi, Demokrat tujuh kursi, PKS lima kursi, PDIP dua kursi, PKB dua kursi, PBB dua kursi, Gerindera satu kursi dan PKPI satu kursi, selain itu, Nur Alam juga didukung oleh 12 partai nonkursi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




