Minggu, Menkokesra Tinjau Lokasi Gempa Palu
Jumat, 31 Agustus 2012 | 10:15 WIB
Menteri Sosial, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Kesehatan, dan Menteri Perumahan Rakyat akan ikut dalam rombongan Menkokesra.
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono dan sejumlah menteri kabinet Indonesia Bersatu II dijadwalkan berkunjung ke Palu, Minggu (2/9), melihat dampak bencana banjir di Kabupaten Parigi Moutong dan gempa bumi di Kabupaten Sigi.
Beberapa menteri yang akan mendampingi Menkokesra antara lain Menteri Sosial, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Kesehatan, dan Menteri Perumahan Rakyat.
Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemprov Sulteng Andi Syahrul Yotolemba yang dihubungi, hari ini, membenarkan hal itu dan mengatakan Menteri Sosial Said Segaf Al-Jufri dan Menteri Agama Suryadharma Ali sudah akan tiba di Palu, Jumat siang.
Kedua menteri, kata Syahrul, akan menghadiri peringatan ulang tahun (haul) Pendiri Ormas Islam terbesar di Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang berpusat di Palu yakni Habib Idrus bin Salim Aljufri.
Syahrul belum merinci jadwal kegiatan para menteri selama di Palu, namun mengatakan kemungkinan besar rombogan menteri akan mengunjungi Kecamatan Lindu di Kabupaten Sigi dan Kecamatan Parigi Selatan di Kabupaten Parigi Moutong menggunakan helikopter dari Bandara Mutiara Palu.
Jarak kedua lokasi itu dari Bandara Mutiara Palu tidak jauh, hanya butuh waktu terbang sekitar 15 menit ke Lindu dan 35 menit ke Parigi.
Sebelumnya, Gubernur Sulteng Longki Djanggola mengemukakan pihaknya membutuhkan dana Rp1 triliun lebih untuk melakukan rekonstruksi pada rumah-rumah penduduk dan fasilitas umum serta pemerintahan yang rusak akibat gempa bumi 6,2 skala Richter di Sigi dan banjir bandang di Parigi Moutong.
Belum ada data riil mengenai kerugian gempa dan banjir tersebut karena masih terus dalam pendataan, namun khusus untuk gempa Lindu, tercatat 580 rumah penduduk yang hancur total akibat gema bumi dan lebih 1.000 unit yang rusak berat dan ringan.
Sementara dampak banjir bandang di Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, antara lain puluhan rumah musah (hanyut), ratusan rusak berat dan ringan, 1.000 ha lebih sawah rusak, 3.000 meter saluran irigasi hancur, empat kilometer jalan usaha tani rusak, sebuah jembatan beton sepanjang sekitar 120 meter hanyut, belum termasuk belasan sepeda motor dan puluhan ternak hanyut dibawa banjir.
Jalur trans Sulawesi di Parigi sampai kini masih terputus untuk lalu lintas kendaraan roda empat karena jembatan di Desa Boyantongo, sekitar 10 kilometer selatan Kota Parigi hanyut dibawa banjir.
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono dan sejumlah menteri kabinet Indonesia Bersatu II dijadwalkan berkunjung ke Palu, Minggu (2/9), melihat dampak bencana banjir di Kabupaten Parigi Moutong dan gempa bumi di Kabupaten Sigi.
Beberapa menteri yang akan mendampingi Menkokesra antara lain Menteri Sosial, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Kesehatan, dan Menteri Perumahan Rakyat.
Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemprov Sulteng Andi Syahrul Yotolemba yang dihubungi, hari ini, membenarkan hal itu dan mengatakan Menteri Sosial Said Segaf Al-Jufri dan Menteri Agama Suryadharma Ali sudah akan tiba di Palu, Jumat siang.
Kedua menteri, kata Syahrul, akan menghadiri peringatan ulang tahun (haul) Pendiri Ormas Islam terbesar di Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang berpusat di Palu yakni Habib Idrus bin Salim Aljufri.
Syahrul belum merinci jadwal kegiatan para menteri selama di Palu, namun mengatakan kemungkinan besar rombogan menteri akan mengunjungi Kecamatan Lindu di Kabupaten Sigi dan Kecamatan Parigi Selatan di Kabupaten Parigi Moutong menggunakan helikopter dari Bandara Mutiara Palu.
Jarak kedua lokasi itu dari Bandara Mutiara Palu tidak jauh, hanya butuh waktu terbang sekitar 15 menit ke Lindu dan 35 menit ke Parigi.
Sebelumnya, Gubernur Sulteng Longki Djanggola mengemukakan pihaknya membutuhkan dana Rp1 triliun lebih untuk melakukan rekonstruksi pada rumah-rumah penduduk dan fasilitas umum serta pemerintahan yang rusak akibat gempa bumi 6,2 skala Richter di Sigi dan banjir bandang di Parigi Moutong.
Belum ada data riil mengenai kerugian gempa dan banjir tersebut karena masih terus dalam pendataan, namun khusus untuk gempa Lindu, tercatat 580 rumah penduduk yang hancur total akibat gema bumi dan lebih 1.000 unit yang rusak berat dan ringan.
Sementara dampak banjir bandang di Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, antara lain puluhan rumah musah (hanyut), ratusan rusak berat dan ringan, 1.000 ha lebih sawah rusak, 3.000 meter saluran irigasi hancur, empat kilometer jalan usaha tani rusak, sebuah jembatan beton sepanjang sekitar 120 meter hanyut, belum termasuk belasan sepeda motor dan puluhan ternak hanyut dibawa banjir.
Jalur trans Sulawesi di Parigi sampai kini masih terputus untuk lalu lintas kendaraan roda empat karena jembatan di Desa Boyantongo, sekitar 10 kilometer selatan Kota Parigi hanyut dibawa banjir.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




