Anggota DPR Minta Destinasi Wisata Terapkan CHSE

Jumat, 30 Oktober 2020 | 11:53 WIB
JS
JS
Penulis: Jayanty Nada Shofa | Editor: JNS
Ratusan wisatawan mengunjungi kawasan wisata Pantai Santolo, Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (20/9/2020).
Ratusan wisatawan mengunjungi kawasan wisata Pantai Santolo, Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (20/9/2020). (Antara/Candra Yanuarsyah/Candra Yanuarsyah)

Garut, Beritasatu.com - Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah menyatakan destinasi wisata harus menerapkan protokol kesehatan berbasis cleanliness, health, safety, and environment sustainability (CHSE).

Diketahui, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) telah meluncurkan program sertifikasi CHSE untuk membangkitkan sektor pariwisata dari dampak pandemi Covid-19. Sertifikasi CHSE ini menjadi pertimbangan bagi wisatawan untuk menentukan destinasi wisatanya.

"Sertifikasi CHSE ini berfungsi sebagai jaminan wisatawan dan masyarakat bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan," kata Ferdiansyah saat menghadiri bimbingan teknis (bimtek) Kemparekraf di Garut, Jawa Barat, Rabu (28/10/2020).

Dirinya menuturkan, salah satu komitmen yang disepakati bersama dalam membangun kepariwisataan Garut adalah berbasis budaya. Untuk itu, dirinya mengakal seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga ekosistem pariwisata di Garut.

"Semua pihak harus ikut membantu mempromosikan obyek wisata yang ada di Garut ini. Tidak mungkin beban ini diberikan ke dinas pariwisata setempat saja. Kita harus bersama-sama dan nanti difasilitasi oleh Kemparekraf yang bisa menyampaikan bagaimana mempromosikan, bentuk, metode atau klasifikasi bagaimana cara menyampaikan promosi," kata Ferdiansyah.

Tak hanya itu, Ferdiansyah mengingatkan pentingnya mekanisme viralisasi promosi destinasi wisata di Garut.  

"Kami berharap hal ini menjadi perhatian bersama. Bagaimana pula co-branding di Garut ini bisa menjadi daya tarik wisata. Apakah dodol Garut bisa menjadi co-branding Kemparekraf ataukah domba Garut. Ini harus dipikirkan," ujarnya.

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI tersebut juga berharap Kemparekraf dapat terus mengawal strategi pemasaran pariwisata Garut.

"Mudah-mudahan ke depannya harus dibuat lebih matang dan nanti di tahun 2024 menjadi titik take off pariwisata di Kabupaten Garut," tutupnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon