Wisatawan Kota Bogor Sepi, 5 Hari Tes Massal dari 290 Hanya 10 Reaktif

Minggu, 1 November 2020 | 21:29 WIB
VS
JS
Penulis: Vento Saudale | Editor: JAS
Salah satu pengunjung Kebun Raya Bogor (KRB) melakukan tes cepat Covid-19, Minggu (1/11/2020).
Salah satu pengunjung Kebun Raya Bogor (KRB) melakukan tes cepat Covid-19, Minggu (1/11/2020). (Beritasatu Photo/Vento Saudale)

Bogor, Beritasatu.com – Dinas Kota Bogor mengambil 290 sampel wisatawan yang berkunjung selama lima hari liburan dan dari jumlah itu, 10 orang dinyatakan reaktif Covid-19. Jumlah itu meleset dari target karena jumlah wisatawan yang ke Bogor tidak terlalu banyak.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, Minggu (1/11/2020) ditemui di Kebun Raya Bogor. Kata dia, di Kota Bogor selama lima hari mulai Rabu (28/10/2020) hingga Minggu (1/11/2020), Dinkes Kota Bogor mengambil 290 sampel dan dari jumlah itu sebanyak itu 10 orang dinyatakan reaktif.

"Ratusan sampel itu diambil di lokasi Terminal Baranangsiang, Stasiun Bogor, Wisata The Jungle, dan Kebun Raya Bogor (KRB)," paparnya.

Retno mengatakan, jumlah sampel yang diambil meleset dari yang ditargetkan 150 sampel per hari. Hal itu, dikarenakan jumlah wisatawan yang masuk Kota Bogor tidak sebanyak yang diperkirakan.

"Seperti waktu di stasiun (Bogor), cuma 40 sampai 60-an yang dites. Ekspektasi kita banyak yang masuk Bogor, ternyata nggak juga. Di terminal (Baranangsiang) juga nggak ramai," kata Retno di Kebun Raya Bogor.

Dari sisi kepatuhan, rata-rata pengunjung wisata atau tempat wisata hampir semuanya patuh protokol kesehatan. Seperti menjaga menggunakan masker, juga rata-rata tempat lokasi wisata menyediakan fasilitas mencuci tangan.

"Yang kita ambil ini hanya sampel, dari jumlah sekitar 150 sampel hanya 10 orang yang reaktif masih di bawah 10 persen, artinya lebih baik. Karena secara umum para wisatawan ini, patuh menggunakan masker," paparnya.

Humas KRB, Galendra Jaya mengatakan masa liburan lima hari ini, jumlah kunjungan wisata di KRB mengalami peningkatan dibanding libur nasional lainnya atau akhir pekan. Pun demikian, jumlah itu masih di bawah kondisi normal.

Kata dia, setiap akhir pekan atau libur nasional jumlah pengunjung KRB hanya mencapai 2.000 orang. Sementara, pada libur panjang selama lima hari ini rata-rata per hari di atas 2.000 pengunjung.

"Paling ramai pada Kamis (28/10/2020), jumlah pengunjung mencapai 5.012 orang, sedangkan rata-rata Rabu, Jumat, Sabtu dan Minggu di atas 2.000 hingga 3.000 pengunjung," papar Galendra.

Meski mengalami peningkatan, sekitar 30 persen, angka 5.000 itu masih jauh dibanding jumlah pengunjung sebelum masa pandemi sekitar 10.000 hingga 12.000 wisatawan per hari. Baik itu, libur nasional atau akhir pekan.

"Dari sisi jumlah pengunjung juga memang kita membatasi, saat ini KRB tidak lagi menerima acara-acara yang mengundang ratusan orang," paparnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon