Logo BeritaSatu

Menristek Dorong Obat Herbal Jadi Rujukan Jaminan Kesehatan Nasional

Jumat, 6 November 2020 | 16:07 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mendorong obat herbal atau dikenal Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) dijadikan rujukan dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sehingga tidak hanya menjadi pendamping obat kimia yang mayoritas berbahan baku impor.

"Kalau OMAI masuk JKN, maka obat herbal akan cepat maju, swasta akan berlomba-lomba melakukan riset, sehingga bisa berkembang," kata Bambang Brodjonegoro dalam diskusi webinar bertema “Pengembangan OMAI untuk Kemandirian Obat Nasional” di Jakarta Jumat (6/11/2020).

Dia mengakui OMAI belum dapat dijadikan obat rujukan di JKN karena tidak tertuang di Permenkes No 54 Tahun 2018. Selama ini, OMAI hanya dijadikan pelengkap obat kimia. Padahal, pemanfaatan OMAI sejalan dengan Inpres No 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Obat dan Alat Kesehatan.

"Dalam masa pandemi Covd-19, sudah ada 2-3 pertemuan koordinasi yang diinisiasi Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi untuk mengembangkan obat herbal, hadir dari Kemperin, Kementerian BUMN dan BPJS. Dalam salah satu rapat, Menteri Luhut sudah meminta Menkes agar memasukkan obat herbal masuk JKN," kata Bambang.

Bambang mengatakan, pemerintah juga memerlukan dukungan para dokter dan pimpinan RS, karena mereka merupakan penentu pengadaan alat kesehatan dan obat. "Dokter akan memberikan obat ke pasien, bagaimana agar dokter kita memiliki keberpihakan pada OMAI, tidak selalu bergantung obat kimia," kata dia.

Selain itu, Bambang meminta pelaku usaha dan industri gencar melakukan riset, sehingga OMAI bisa sejajar dengan obat berbahan kimia. "Riset pemerintah perlu dukungan dari swasta. Perusahaan farmasi perlu sisihkan uang lebih banyak untuk riset dan pengembangan OMAI," kata dia.

Dirjen Indsuri Kimia Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian (Kemperin) Muhammad Khayam mengatakan, Kemperin terus mendorong pelaku industri farmasi menggunakan obat berbahan alami Indonesia guna mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat kimia yang sangat besar. "Industri farmasi kita masih tergantung impor, sekitar 90%-95% bahan baku dari luar," kata dia.

Khayam mengatakan, sebenarnya riset terkait obat herbal di dalam negeri sudah cukup maju. Namun yang peru didorong pada tahap komersialisasi. Caranya, lewat insentif pengembangan riset, dan komersialisasi teknologi.

Menurut dia, minimnya dukungan industri pada segmen obat herbal karena semata-mata perhitungan bisnis. "Kurang visible secara volume dan keekonomisan," kata dia.

Direktur Pelayanan Kefarmasian Ditjen Farmalkes Kementerian Kesehatan Dita Novianti Suganda mengatakan Kemkes sudah memperbolehkan dan memanfaatkan obat tradisional. "Sudah ada sarananya di Puskesmas, bahwa dokter bisa order OMAI," kata dia. Namun diakuinya para dokter masih banyak meresepkan obat kimia.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Melkiades Laka Lena mengatakan wacana obat herbal agar bisa digunakan di dunia medis di Tanah Air merupakan isu lama, tapi kurang eksekusi.

Melki mendorong dokter memanfaatkan OMAI untuk pengobatan pasiennya. Dia mengakui hal ini tidak mudah karena sudah terbiasa dengan pengobatan modern. "Dokter jangan ragu pakai OMAI, kegunaannya hampir sama dengan obat kimia, bahkan efek sampingnya kecil," kata dia.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

BPBD Jatim Fasilitasi 2.219 Warga Semeru di Pengungsian

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto menjelaskan ribuan pengungsi  erupsi Semeru tersebut saat ini ditampung di 12 tempat.

NEWS | 5 Desember 2022

7 Jenazah Korban Bus Jatuh ke Jurang di Magetan Dipulangkan ke Semarang

Tujuh jenazah korban bus jatuh ke jurang di Magetan, Jawa Timur dipulangkan ke Semarang, Minggu (4/12/2022) malam.

NEWS | 5 Desember 2022

Kaesang-Erina Menikah, Jokowi Minta Maaf ke Warga Yogya dan Solo

Jokowi memohon maaf jika pernikahan putranya, Kaesang dengan Erina Gundono nantinya menganggu aktivitas warga Yogyakarta dan Sol.

NEWS | 5 Desember 2022

Bahlil Lahadalia: Stabilitas Politik Jadi Kunci Keberhasilan Investasi 2023

Bahlil Lahadalia menekankan langkah pemerintah untuk mencapai target investasi hanya bisa terjadi bila terjadi stabilitas politik dan ekonomi.

NEWS | 4 Desember 2022

2 Orang Terluka Dampak Gempa Garut Sudah Ditangani Tim Medis

Dua orang yang terluka tertimpa material bangunan akibat gempa Garut sudah mendapatkan penanganan medis dengan kondisi mulai membaik

NEWS | 4 Desember 2022

Polda Metro Tetapkan 2 Tersangka Pinjol Ilegal di Manado

Polda Metro Jaya menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus pinjaman daring atau pinjaman online/pinjol ilegal di Manado, Sulawesi Utara.

NEWS | 4 Desember 2022

Kasal Baru Harus Memiliki Kemampuan Diplomasi Tingkat Tinggi

Calon Kasal pengganti Laksamana Yudo Margono harus sosok memiliki kemampuan diploasi tingkat tinggi dan paham tentang geopolitik maritim Indonesia.

NEWS | 4 Desember 2022

Hingga 4 Desember, Cianjur Diguncang 384 Kali Gempa Susulan

BMKG mencatat total gempa susulan di Cianjur hingga 4 Desember 2022 pukul 15.00 WIB mencapai 384 kali.

NEWS | 4 Desember 2022

Rem Blong Diduga Penyebab Bus Masuk Jurang di Magetan

Bus masuk jurang yang menewaskan tujuh orang di Magetan, Jawa Timur, diduga karena rem blong, Minggu (4/12/2022).

NEWS | 4 Desember 2022

Pemkab: Rumah Rusak Berat Akibat Gempa Cianjur Jadi 8.151 Unit

Jumlah rumah yang rusak berat akibat gempa Cianjur bermagnitudo 5,6 bertambah menjadi 8.151 rumah hingga Minggu (4/12/2022).

NEWS | 4 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Harry Kane: Mentalitas Jadi Modal Utama Inggris Lawan Prancis

Harry Kane: Mentalitas Jadi Modal Utama Inggris Lawan Prancis

SEMESTA BOLA 2022 | 5 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE