Pemkab Bekasi Ajak Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Sungai

Sabtu, 14 November 2020 | 15:27 WIB
MN
IC
Penulis: Mikael Niman | Editor: CAH
Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja (baju oranye) bersama jajaran Polrestro Bekasi, Kodim 0509/Kabupaten Bekasi serta unsur Forkopimda memantau pembersihan Kali Jambe, Sabtu, 14 November 2020.
Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja (baju oranye) bersama jajaran Polrestro Bekasi, Kodim 0509/Kabupaten Bekasi serta unsur Forkopimda memantau pembersihan Kali Jambe, Sabtu, 14 November 2020. (Suara Pembaruan/Mikael Niman)

Bekasi, Beritasatu.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melibatkan seluruh unsur masyarakat serta jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Bekasi membersihkan sungai-sungai yang terdapat di 23 kecamatan se-Kabupaten Bekasi.

Kegiatan bersih-bersih sungai merupakan program inovasi Bupati Eka Supria Atmaja bersama pemangku kepentingan dan pihak pengusaha di Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini dalam upaya mengantisipasi ancaman banjir yang kerap terjadi saat musim hujan.

"Kita menyelenggarakan pekan Bekasi bebas banjir bersama Kapolres Bekasi dan jajarannya, Dandim 0509/Kabupaten Bekasi dan jajarannya serta stakeholder lainnya bersama seluruh elemen masyarakat," ujar Eka Supria Atmaja saat pembersihan Kali Jambe di Perumahan Graha Prima, Tambun Selatan, Sabtu (14/11/2020).

Kali Jambe yang melintas di Perumahan Graha Prima kerap merendam perumahan warga hingga ketinggian 1-2 meter saat musim penghujan. Penyebabnya, terjadi pendangkalan serta banyak bangunan warga yang berdiri di sepanjang Kali Jambe. Dalam setahun ini, sudah terjadi dua kali banjir tinggi di perumahan tersebut akibat luapan Kali Jambe.

"Terhadap sedimentasi sungai, kita sudah mulai lakukan normalisasi melalui pengerukan lumpur dengan alat berat. Dan, di bantaran Kali Jambe akan dibangun jalan alternatif warga menuju Tol Cibitung-Cilincing," tuturnya.

Tak hanya Kali Jambe, pemerintah daerah dan masyarakat juga melakukan pembersihan semua kali atau sungai yang ada di Kabupaten Bekasi, secara serentak mulai hari ini.

"Semua sungai akan kita lakukan pembersihan secara masif dengan melibatkan masyarakat," bebernya.

Kegiatan diawali dengan apel siaga banjir di Lapangan Perumahan Graha Prima, Tambun Selatan. Dalam amanatnya, Eka Supria Atmaja mengajak masyarakat untuk meninggalkan kantong plastik sekali pakai untuk kemasan air minum maupun bungkusan.

"Ini sudah diberlakukan kepada anak-anak sekolah terlebih dahulu. Dan hari ini, kita mencanangkan kembali tidak lagi menggunakan barang plastik untuk mengurangi timbunan sampah," imbuhnya.

Selain itu, Bupati membentuk Satuan Tugas (Satgas) Lingkungan Kabupaten Bekasi yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar. Serta, meluncurkan program pembuatan 1 juta lubang biopori di Kabupaten Bekasi mulai 15-28 November 2020.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Dicky, menambahkan pihaknya akan melakukan pembongkaran terhadap bangunan liar yang berdiri di bantaran Kali Jambe.

"Secara bertahap, pembongkaran bangunan akan dilakukan setelah izin pengelolaan lahan dari PJT (Perum Jasa Tirta) II telah berakhir," ujarnya.

Warga yang mendirikan bangunan di bantaran Kali Jambe, beralasan masih memiliki surat izin pengelolaan lahan (SIPL) dari PJT II. Namun, sejak saat ini, PJT II menghentikan pengurusan surat izin tersebut sehingga warga tak ada alasan lagi untuk mendiami bangunan liar di bantaran kali. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon