BNPT Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional Bersama Santri di Lombok Tengah
Sabtu, 14 November 2020 | 22:16 WIB
Lombok, Beritasatu.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus melakukan upaya pencegahan terorisme melalui kegiatan Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional di lingkungan pondok pesantren (Ponpes) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Salah satunya, Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional di GOR Pondok Pesantren Qomarul Huda, Desa Bagu, Lombok Tengah, Jumat (13/11/2020), yang melibatkan 90 orang santri dari 6 ponpes di Lombok Tengah.
Acara ini, juga dihadiri oleh Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, dan tokoh masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bagu (TGB), KH Turmudzi Badaruddin.
Komjen Pol Boy Rafli Amar menyampaikan, Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional merupakan salah satu dari 3 unsur penting tugas pencegahan terorisme yang wajib dilaksanakan oleh BNPT bersama Kementerian/Lembaga, selain Kontraradikalisasi dan Deradikalisasi.
"Melalui deklarasi ini, kita dapat mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk para santri di tanah air untuk bersama-sama menjaga bangsa kita dari ancaman terorisme. Atas nama lembaga saya berpesan kepada seluruh santri dan seluruh peserta yang hadir dalam deklarasi ini untuk tetap setia kepada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 menjunjung tinggi Kebhinnekaan, serta senantiasa bersinergi menolak intoleransi dan radikal terorisme," ucap Boy Rafli.
Ia berharap agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap hal-hal yang berpotensi terjadinya penyebarluasan paham radikal yang mengarah pada perbuatan tindak pidana terorisme, karena para santri termasuk kelompok masyarakat yang cukup rentan terkena dampak dari pengaruh kelompok jaringan teroris yang selama ini cukup banyak perwakilan dari mereka yang latar belakang pendidikannya dari pondok pesantren.
"Tentu kita tidak ingin pondok pesantren terbawa-bawa dan berurusan dengan hukum di negara kita. Mudah-mudahan ini bisa memberikan semangat dan motivasi bagi seluruh generasi muda Indonesia khususnya para santri dan santriwati," ujarnya.
Sementara itu, Mahfud MD menyampaikan, sejarah santri di Indonesia yang sejak zaman dahulu sudah diajarkan untuk membangun bangsa hingga kemerdekaan Republik Indonesia. Pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan perhatian dan dorongan lebih kepada pondok pesantren untuk dapat melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak mulia.
"Pesantren itu jangan sampai masuk angin, artinya jangan masuk paham radikalisme di dalam lingkungannya, sekarang ini pemerintah sudah semakin memajukan atau mengutamakan pondok pesantrean dengan perhatian yang diberikan negara mulai dari pendidikan, pembekalan latihan kerja. Ini merupakan bentuk perhatian negara kepada pondok pesantren dan para santri dalam rangka pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang akhlakul karimah, yang memiliki kemampuan tinggi, dan bisa berkompetisi dengan negara lain," papar Muhfud.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




