Tangerang Siapkan Skema Khusus KBM

Minggu, 15 November 2020 | 18:04 WIB
CF
BW
Penulis: Chairul Fikri | Editor: BW
Simulasi kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di era pandemi Covid-19 di SD Negeri Pekayonjaya VI, Senin (3/8/2020).
Simulasi kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di era pandemi Covid-19 di SD Negeri Pekayonjaya VI, Senin (3/8/2020). (Beritasatu Photo/Mikael Niman)

Tangerang, Beritasatu.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang menyiapkan skema khusus, jika kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah dibuka kembali pada Desember mendatang.

"Salah satunya mengizinkan 30 persen siswa masuk sekolah secara bergantian. Sedangkan 70 persen siswa lainnya tetap melaksanakan secara daring. Skema kedua, jumlah siswa akan ditambah menjadi 50 persen yang menerapkan tatap muka. Skema ketiga seluruh siswa diperkenankan mengikuti pembelajaran tatap muka disekolah," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Jamaluddin, Minggu (15/11/2020).

Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, Disdik Kota Tangerang terus menyosialisasikan program 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).

Semua pihak yang akan terlibat dalam KBM, harus menerapkan protokol kesehatan jika nanti kembali dibuka. Sehingga, guru, murid dan semua yang akan mengikuti proses pengajaran bisa terbebas dari penyebaran dan penularan Covid-19.

"Sebelum masuk kelas, siswa juga diwajibkan mencuci tangan, pengecekan suhu, dan menggunakan masker. Untuk mencegah penyebaran di luar kelas, kita juga akan melarang kantin sekolah buka," katanya.

Menurutnya, saat istirahat, siswa hanya diberikan waktu sebentar. Namun, Jamaludin tidak menjelaskan berapa menit waktu istirahat.

"Skema-skema itu sudah kita sosialisasikan dan akan terus kita sosialisasikan ke sekolah-sekolah, intinya kapan saja perintah pimpinan dibuka, kita siap," lanjutnya.

Saat ini, Disdik Banten memang tengah menyiapkan skema KBM. Disdik Banten dibantu disdik dari kota dan kabupaten seluruh Banten.

Jamaludin mengaku mendapat masukan dan juga keluhan dari orang tua siswa terkait dengan pola pendidikan jarak jauh (PJJ) yang selama ini diterapkan selama pandemi Covid-19.

"Orang tua siswa selalu mempertanyakan kapan kegiatan belajar mengajar di sekolah kembali dibuka," katanya.

Sebagian besar orang tua, ujar Jamaludin, ikut terbebani dengan tugas-tugas yang diberikan guru saat proses PJJ.

"Maka dari itu, saya juga telah minta kepada sekolah untuk tidak memberikan tugas yang memberatkan. Guru-guru diminta bijak dalam memberikan tugas. Ini penting untuk menurunkan tikat stres pada peserta didik. Selama ini kita terus evaluasi dan pantau terus," tegasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon