Jelang Libur Akhir Tahun, Pemkab Bogor Pastikan Usaha Wisata di Puncak Tersertifikasi CHSE
Rabu, 18 November 2020 | 22:31 WIB
Bogor, Beritasatu.com - Menghadapi libur panjang Natal dan Tahun Baru, sejumlah pelaku usaha wisata di kawasan Puncak meningkatkan standar protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Hygiene, Sanitation, and Environment).
CHSE yakni protokol kesehatan dengan standar kebersihan, kesehatan, sanitasi, dan lingkungan yang merupakan program Kementerian Pariwisata dan Kreatif (Kemparekraf).
Disbudpar Kabupaten Kabupateb (Pemkab) Bogor Muliadi menuturkan, menjelang libur panjang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Pemkab Bogor telah melakukan langkah untuk meningkatkan kunjungan wisata di Puncak.
Salah satu upayanya yakni memfasilitasi CHSE para pelaku usaha wisata. Salah satu langkahnya yakni melakukan training of trainers (ToT) kepada 170 yang diperuntukkan bagi karyawan atau anggota pelaku usaha wisata.
"Nantinya mereka akan kembali melatih para pelaku wisata di sekitar. Kami berharap, memasuki musim libur Natal dan Tahun baru nanti, para pelaku usaha wisata sudah mempunyai standar yang sama dalam memenuhi protokol kesehatan," papar Muliadi di sela pembekalan ToT CHSE di Hotel Green Peak, Cisarua, Rabu (18/11/2020).
Kata dia, CHSE itu nantinya merujuk pada sertifikasi Kemparekraf, di mana para pelaku usaha itu telah mendapatkan pengakuan terkait standar protokol kesehatan yang benar.
"CHSE ini juga berimbas nantinya kepada trust (kepercayaan) para tamu wisata nantinya. Karena, bagaimana pun para tamu ingin adanya jaminan kesehatan dari lokasi wisata," paparnya.
Sementara, General Manager JSI Resort, Andi Bramastyo menuturkan, saat ini okupansi tingkat hunian hotel di Puncak pada masa pandemi Covid-19 sudah membaik. Ia pun yakin, pada libur panjang nanti tingkat hunian hotel akan penuh.
"Saat ini tingkat hunian hotel sudah baik. Saat memasuki libur panjang Natal dan Tahun Baru nanti pasti penuh," paparnya.
Untuk itu, kata dia, CHSE ini sangat penting untuk sebagai upaya mengembalikan lagi kepercayaan para wisatawan bahwa lokasi-lokasi wisata di Kabupaten Bogor sudah mempunyai standar yang baru dalam pemenuhan protokol kesehatan.
Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama mendorong pelaku industri hotel dan restoran untuk melakukan sertifikasi protokol kesehatan berbasis CHSE.
Wishnutama mengatakan, saat ini sertifikasi CHSE merupakan hal yang sangat penting untuk industri pariwisata khususnya bagi pelaku usaha hotel dan restoran untuk memulihkan kepercayaan wisatawan.
"Upaya ini dilakukan supaya dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan saat berkunjung ke destinasi wisata yang sudah melakukan sertifikasi protokol kesehatan. Karena, sertifikasi ini sudah diselaraskan dengan berbagai macam organisasi pariwisata dunia, seperti UNWTO dan CTTI, serta Kementerian Kesehatan," kata Wishnutama dalam keterangan resminya,
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




