Rekening Nasabah Maybank di Solo Dibobol, Puluhan Juta Raib

Rabu, 18 November 2020 | 23:39 WIB
BK
JS
Penulis: Budi Kusuma | Editor: JAS
Candraning Setyo, dan istri (tengah) didampingi dua kuasa hukumnya, saat memperlihatkan surat tanda bukti pengaduan dari Polresta Surakarta, 18 November 2020.
Candraning Setyo, dan istri (tengah) didampingi dua kuasa hukumnya, saat memperlihatkan surat tanda bukti pengaduan dari Polresta Surakarta, 18 November 2020. (Beritasatu Photo/Budi Kusuma)

Solo, Beritasatu.com - Seorang nasabah Maybank di Solo mengaku kehilangan uang tabungannya. Nasabah bernama Candraning Setyo itu kehilangan uang sebesar Rp 72.653.000 dan hanya tersisa Rp 80.000.

Juru bicara PT Bank Maybank Indonesia Tbk, Tommy Hersyaputera, mengatakan masih menyelidiki kasus tersebut. Pihaknya mengaku belum bisa memberikan pernyataan resmi.

"Terkait transaksi nasabah yang disanggah, saat ini kami sedang dalam proses investigasi atas pengaduan tersebut," kata Tommy dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/11/2020).

Dia juga mengingatkan agar nasabah waspada dalam menjaga kerahasiaan data. Termasuk pula kerahasiaan PIN dan pemilihan password yang kuat.

"Perlu kami ingatkan kembali kepada para nasabah yang menggunakan fasilitas internet dan/atau mobile banking agar senantiasa waspada dalam mengelola nomor telepon seluler yang digunakan dan menjaga kerahasiaan data seperti login, PIN, password, serta sandi TAC, untuk tidak disampaikan kepada siapa pun termasuk staf bank. Dan juga senatiasa membuat password yang kuat sehingga tidak mudah diketahui oleh pihak lain," ujarnya.

Peristiwa kehilangan uang di rekening bank ini dialami Candra, warga Kabupaten Karangannyar, Jawa Tengah, yang menabung di MayBank di Solo, Jawa Tengah. Awalnya pada bulan Juni lalu, kartu SIM telepon seluler milik korban mendadak hilang sinyal. Setelah mengurus di provider yang bersangkutan, kartu SIM bisa digunakan kembali.

Kartu Sim tersebut adalah yang didaftarkan korban, saat membuka rekening. Korban mengaku, tidak menggunakan mobile ataupun internet banking. Namun setelah mencetak rekening, korban terkejut karena tabungannya berkurang drastis, dari 72.653.000, hanya tersisa puluhan ribu rupiah saja.

"Saya sudah melaporkan kejadian ini ke kepolisian setempat pada pertengahan tahun lalu. Namun saat ini masih sedang melakukan penyelidikan" Terang, Chandra.

Sementara Gading Satria Nainggolan selaku kuasa hukum korban mengatakan, ada keanehan dalam kasus pembobolan ini. Dan pihaknya sudah melaporkan kasus ini, ke Polresta Solo namun belum ada tindak lanjut berarti.

Namun demikian, kuasa hukum menambahkan,  mereka akan terus memantau perkembangan kasus ini. "Tidak menutup kemungkinan ada korban lain yang terkait kasus dengan modus seperti ini, dan saya siap untuk membantu," pungkasnya.

Sementara pihak Polresta Surakarta belum bisa menyampaikan keterangan resmi terkait kasus tersebut, karena saat ini masih melakukan penyelidikan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon