Gedung Parlemen Jadi Target Teroris, Wakil Ketua DPR Santai
Kamis, 6 September 2012 | 15:36 WIB
Ancaman teror itu tidak perlu dikaitkan dengan kekecewaan pada anggota Dewan.
Wakil Ketua DPR Pramono Anung menanggapi santai soal isu gedung parlemen menjadi salah satu target penyerangan teroris. Bahkan, penjagaan keamanan di gedung wakil rakyat itu tidak perlu diperketat.
“Kalau mau mengancam untuk apa pakai bom, kalau mau mengancam DPR itu ya sebenarnya melalui pemilu. Jangan pilih partai ataupun fraksi yang kinerja anggota mengecewakan,” kata mantan sekjen PDIP ini di gedung Nusantara III, Senayan, hari ini.
Dia menambahkan, jika memang ancaman tersebut ada maka yang paling berkewajiban menjaga gedung yang menjadi kantor sentral MPR, DPR, DPD itu adalah aparat penegak hukum. Menurutnya, ancaman teror tersebut tidak perlu dikaitkan dengan kekecewaan pada anggota Dewan.
Sebagai negara demokrasi, Indonesia memang harus memiliki lembaga Parlemen sebagai representasi lembaga yang demokratis. Oleh karena itu, wajar menurutnya jika ada masalah suka tak suka, namun tak layak jika berujung pada ancaman teror bom. “Enggak ada hubungannya (ancaman bom dan kinerja) itu,” lanjutnya.
Sebelumnya, Ketua Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Ansyaad Mbai mengatakan, dari tersangka teroris yang mereka tangkap diperoleh informasi bahwa salah satu target serangan mereka adalah gedung parlemen. Bahkan, menurut Ansyaad, tersangka sudah memetakan gedung DPR tersebut.
Sementara anggota Komisi III dari F-Golkar Nudirman Munir menyatakan, ancaman teror bom ini harus menjadi instropeksi bagi seluruh anggota dewan. Hal tersebut, menurut dia, menunjukkan adanya tindak-tanduk para legislator yang tidak disenangi oleh publik.
“Karena itu kami perlu instropeksi dengan adanya ancaman bom ini,” kata Nudirman Munir.
Berbeda dengan Pramono, dia meminta agar keamanan di kompleks Parlemen diperketat. “Keamanan harus diperketat, jangan seperti biasa, semua orang bisa mondar-mandir,” pungkasnya.
Wakil Ketua DPR Pramono Anung menanggapi santai soal isu gedung parlemen menjadi salah satu target penyerangan teroris. Bahkan, penjagaan keamanan di gedung wakil rakyat itu tidak perlu diperketat.
“Kalau mau mengancam untuk apa pakai bom, kalau mau mengancam DPR itu ya sebenarnya melalui pemilu. Jangan pilih partai ataupun fraksi yang kinerja anggota mengecewakan,” kata mantan sekjen PDIP ini di gedung Nusantara III, Senayan, hari ini.
Dia menambahkan, jika memang ancaman tersebut ada maka yang paling berkewajiban menjaga gedung yang menjadi kantor sentral MPR, DPR, DPD itu adalah aparat penegak hukum. Menurutnya, ancaman teror tersebut tidak perlu dikaitkan dengan kekecewaan pada anggota Dewan.
Sebagai negara demokrasi, Indonesia memang harus memiliki lembaga Parlemen sebagai representasi lembaga yang demokratis. Oleh karena itu, wajar menurutnya jika ada masalah suka tak suka, namun tak layak jika berujung pada ancaman teror bom. “Enggak ada hubungannya (ancaman bom dan kinerja) itu,” lanjutnya.
Sebelumnya, Ketua Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Ansyaad Mbai mengatakan, dari tersangka teroris yang mereka tangkap diperoleh informasi bahwa salah satu target serangan mereka adalah gedung parlemen. Bahkan, menurut Ansyaad, tersangka sudah memetakan gedung DPR tersebut.
Sementara anggota Komisi III dari F-Golkar Nudirman Munir menyatakan, ancaman teror bom ini harus menjadi instropeksi bagi seluruh anggota dewan. Hal tersebut, menurut dia, menunjukkan adanya tindak-tanduk para legislator yang tidak disenangi oleh publik.
“Karena itu kami perlu instropeksi dengan adanya ancaman bom ini,” kata Nudirman Munir.
Berbeda dengan Pramono, dia meminta agar keamanan di kompleks Parlemen diperketat. “Keamanan harus diperketat, jangan seperti biasa, semua orang bisa mondar-mandir,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




