Marty: APEC Harus Ambil Langkah Konkret soal Krisis Pangan
Kamis, 6 September 2012 | 17:38 WIB
"Masyarakat internasional harus mengambil langkah-langkah konkret guna mencegah terjadinya gelombang baru penderitaan masyarakat kelompok rentan khususnya di negara-negara berkembang karena krisis pangan."
Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, menekankan pentingnya forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) dan organisasi internasional lainnya untuk memberikan perhatian serius terhadap harga pangan dan masalah ketahanan pangan.
"Masyarakat internasional harus mengambil langkah-langkah konkret guna mencegah terjadinya gelombang baru penderitaan masyarakat kelompok rentan khususnya di negara-negara berkembang karena krisis pangan," kata Marty, saat menghadiri pertemuan tingkat Menteri APEC, Rabu (5/9), di Vladivostok, Rusia.
Dalam rilis Kemenlu, Kamis (6/9), Menlu menyebut peran swasta menjadi penting dalam mengatasi fluktuasi harga pangan dan mendukung upaya mencapai ketahanan pangan.
"Kita harus mendorong terus kerja sama publik dan swasta secara serius di APEC dalam masalah ketahanan pangan," kata Marty.
Pada pertemuan tingkat menteri, dibahas langkah-langkah yang harus diambil APEC guna terus dapat menjadi lokomotif pertumbuhan dunia, khususnya di saat dunia masih dalam krisis ekonomi global.
Pertemuan tingkat menteri APEC yang dihadiri oleh menteri luar negeri dan perdagangan APEC akan menyepakati pernyataan bersama.
Pertemuan tingkat menteri digelar mendahului pertemuan para pemimpin APEC yang akan dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada 8-9 September nanti.
Pertemuan tahun ini mengambil tema "Integrate to Grow, Innovate to Prosper".
Tahun depan Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan APEC.
Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, menekankan pentingnya forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) dan organisasi internasional lainnya untuk memberikan perhatian serius terhadap harga pangan dan masalah ketahanan pangan.
"Masyarakat internasional harus mengambil langkah-langkah konkret guna mencegah terjadinya gelombang baru penderitaan masyarakat kelompok rentan khususnya di negara-negara berkembang karena krisis pangan," kata Marty, saat menghadiri pertemuan tingkat Menteri APEC, Rabu (5/9), di Vladivostok, Rusia.
Dalam rilis Kemenlu, Kamis (6/9), Menlu menyebut peran swasta menjadi penting dalam mengatasi fluktuasi harga pangan dan mendukung upaya mencapai ketahanan pangan.
"Kita harus mendorong terus kerja sama publik dan swasta secara serius di APEC dalam masalah ketahanan pangan," kata Marty.
Pada pertemuan tingkat menteri, dibahas langkah-langkah yang harus diambil APEC guna terus dapat menjadi lokomotif pertumbuhan dunia, khususnya di saat dunia masih dalam krisis ekonomi global.
Pertemuan tingkat menteri APEC yang dihadiri oleh menteri luar negeri dan perdagangan APEC akan menyepakati pernyataan bersama.
Pertemuan tingkat menteri digelar mendahului pertemuan para pemimpin APEC yang akan dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada 8-9 September nanti.
Pertemuan tahun ini mengambil tema "Integrate to Grow, Innovate to Prosper".
Tahun depan Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan APEC.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




