Sebuah Keluarga Diberondong Peluru dalam Mobilnya ketika Berkemah
Kamis, 6 September 2012 | 20:48 WIB
Seorang gadis berusia empat tahun selamat dari pembantaian brutal, dengan senapan mesin, pada Rabu lalu, dengan cara meringkuk di bawah mayat ibunya yang penuh peluru.
Seorang polisi berpakaian preman berjaga di luar sebuah rumah Inggris nyaman, diyakini sebagai rumah keluarga yang diberondong peluru di dalam mobil, saat berada di Pegunungan Alpen Prancis.
Polwan itu ditugasi mengawasi rumah luas yang letaknya agak terpencil di Esher, sebuah perumahan mewah di Distrik Surrey, sebelah barat daya London, diyakini milik keluarga al-Hilli
Seorang gadis berusia empat tahun selamat dari pembantaian brutal, dengan senapan mesin, pada Rabu lalu, dengan cara meringkuk di bawah mayat ibunya yang penuh peluru.
Ayahnya, yang ditemukan tewas di kursi pengemudi mobil BMW, di Chevaline dekat Annecy, diidentifikasi sebagai Saad al-Hilli, 50 tahun, yang lahir di Baghdad namun tinggal di Surrey.
Akuntan Hilli, Julian Stedman, mengatakan, di luar rumah itu, "Saya tidak pernah bermimpi ini adalah dia. Ini benar-benar menbuat saya shock," katanya.
Ditanya apakah Hilli punya musuh, Stedman mengatakan: "Setahu saya tidak."
Tukang pos setempat, Gary Standford, mengatakan Hilli "terlihat sebagai seorang pria menyenangkan".
"Dia sudah tinggal di sini selama sekitar tiga tahun," kata Standford.
Sebuah profil di situs jaringan bisnis LinkedIn menggambarkan Saad al-Hilli sebagai konsultan dalam industri penerbangan dan kedirgantaraan.
Stedman mengatakan Hilli adalah direktur perusahaan kedirgantaraan Sctech Limited.
Seorang juru bicara polisi mengatakan pasukan Surrey itu membantu pihak berwenang Prancis dalam penyelidikan itu.
Latar Belakang
Keluarga Al-Hilli yang sedang berkemah di Chevaline dekat Annecy, Perancis, daerah pegunungan Alpen, tiba-tiba diberondong peluru orang tak dikenal yang sampai sekarang belum diketahui, ketika berada dalam mobilnya.
Anak tertua dari dua bersaudara, yang selamat dari penembakan brutal di Alpen, telah dipindahkan ke ruang ICU untuk operasi lebih lanjut. Polisi menyebut nyawa gadis itu mungkin bisa diselamatkan, walau dia menderita luka parah di bahu dan kepalanya mengalami "kekerasan biadab". Polisi menduga gadis itu dipukuli secara kejam.
Perempuan tua yang terbunuh adalah warga negara Swedia, dan diduga adalah mertua Hilli.
Hilli (50) dan istrinya tewas mengenaskan.
Seorang lagi juga ditemukan tewas tidak jauh dari kejadian, dan diduga penduduk lokal yang sedang berolahraga sepeda.
Sedangkan anak bungsu Hilli, berusia 4 tahun, selamat dari pembunuhan brutal itu karena tersembunyi di bawah tubuh mayat ibunya; dilindungi ibunya ketika penembakan sedang berlangsung.
Namun anak gadis itu baru ditemukan 8 jam setelah kejadian, karena polisi setempat tak berani membuka pintu mobil karena kawatir merusak barang bukti.
Ketika ditemukan anak itu masih shock. Polisi tidak yakin gadis kecil itu bisa memberikan keterangan.
Seorang polisi berpakaian preman berjaga di luar sebuah rumah Inggris nyaman, diyakini sebagai rumah keluarga yang diberondong peluru di dalam mobil, saat berada di Pegunungan Alpen Prancis.
Polwan itu ditugasi mengawasi rumah luas yang letaknya agak terpencil di Esher, sebuah perumahan mewah di Distrik Surrey, sebelah barat daya London, diyakini milik keluarga al-Hilli
Seorang gadis berusia empat tahun selamat dari pembantaian brutal, dengan senapan mesin, pada Rabu lalu, dengan cara meringkuk di bawah mayat ibunya yang penuh peluru.
Ayahnya, yang ditemukan tewas di kursi pengemudi mobil BMW, di Chevaline dekat Annecy, diidentifikasi sebagai Saad al-Hilli, 50 tahun, yang lahir di Baghdad namun tinggal di Surrey.
Akuntan Hilli, Julian Stedman, mengatakan, di luar rumah itu, "Saya tidak pernah bermimpi ini adalah dia. Ini benar-benar menbuat saya shock," katanya.
Ditanya apakah Hilli punya musuh, Stedman mengatakan: "Setahu saya tidak."
Tukang pos setempat, Gary Standford, mengatakan Hilli "terlihat sebagai seorang pria menyenangkan".
"Dia sudah tinggal di sini selama sekitar tiga tahun," kata Standford.
Sebuah profil di situs jaringan bisnis LinkedIn menggambarkan Saad al-Hilli sebagai konsultan dalam industri penerbangan dan kedirgantaraan.
Stedman mengatakan Hilli adalah direktur perusahaan kedirgantaraan Sctech Limited.
Seorang juru bicara polisi mengatakan pasukan Surrey itu membantu pihak berwenang Prancis dalam penyelidikan itu.
Latar Belakang
Keluarga Al-Hilli yang sedang berkemah di Chevaline dekat Annecy, Perancis, daerah pegunungan Alpen, tiba-tiba diberondong peluru orang tak dikenal yang sampai sekarang belum diketahui, ketika berada dalam mobilnya.
Anak tertua dari dua bersaudara, yang selamat dari penembakan brutal di Alpen, telah dipindahkan ke ruang ICU untuk operasi lebih lanjut. Polisi menyebut nyawa gadis itu mungkin bisa diselamatkan, walau dia menderita luka parah di bahu dan kepalanya mengalami "kekerasan biadab". Polisi menduga gadis itu dipukuli secara kejam.
Perempuan tua yang terbunuh adalah warga negara Swedia, dan diduga adalah mertua Hilli.
Hilli (50) dan istrinya tewas mengenaskan.
Seorang lagi juga ditemukan tewas tidak jauh dari kejadian, dan diduga penduduk lokal yang sedang berolahraga sepeda.
Sedangkan anak bungsu Hilli, berusia 4 tahun, selamat dari pembunuhan brutal itu karena tersembunyi di bawah tubuh mayat ibunya; dilindungi ibunya ketika penembakan sedang berlangsung.
Namun anak gadis itu baru ditemukan 8 jam setelah kejadian, karena polisi setempat tak berani membuka pintu mobil karena kawatir merusak barang bukti.
Ketika ditemukan anak itu masih shock. Polisi tidak yakin gadis kecil itu bisa memberikan keterangan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




