Ketersedian Tempat TIdur Isolasi Kota Bogor di Atas 70%
Rabu, 25 November 2020 | 20:33 WIB
Bogor, Beritasatu.com - Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut status Kota Bogor masih berada di zona risiko sedang atau oranye dengan ketersediaan tempat tidur isolasi di atas 70%. Kota Bogor pun memperpanjangan Pembatasan Sosial Berbasis Mikro dan Komunitas (PSBMK) di Kota Bogor mulai 25 November hingga 8 Desember 2020 sesuai dengan Keputusan Wali Kota Bogor Nomor 440.45-835 Tahun 2020.
Bima menyebut ketersediaan tempat tidur saat ini sudah mencapai 70% atau melebihi ketentuan WHO yakni 60%. Penambahan jumlah kapasitas disebabkan meningkatnya angka rata-rata positif baru.
"Jadi masih belum aman, saya ingatkan waspada terus. Terbanyak masih dari klaster keluarga," ungkap Bima, Rabu (24/11/2020).
Catatan Dinkes Kota Bogor, kapasitas ruang isolasi dan ICU khusus Covid-19 di Kota Bogor terus ditingkatkan untuk mengantisipasi peningkatan kasus aktif yang membutuhkan perawatan intensif.
Berdasarkan data Dinkes Kota Bogor jumlah tempat tidur isolasi per 23 November Oktober 2020 adalah 446 unit dengan ICU 20 unit dari 21 rumah sakit rujukan Covid-19 di kota hujan.
Dai jumlah keterisian tempat tidur isolasi Covid-19 itu, angka keterisian mencapai 83% atau sudah terisi 370 tempat tidur dan tempat tidur ICU sebesar 85% atau terisi 17 pasien. Sementara di Pusat isolasi BNN Lido dengan kapasitas 100 tempat tidur, terisi 50 atau 50 persen.
Sementara rincian asal pasien, dominasi Kota Bogor sebanyak 216 orang (58,4%), pasien asal Kabupaten Bogor 121 orang (32,7%) dan pasien asal kota lain 33 orang (8,9%).
Data kasus harian Covid-19 per 25 November 2020 yang dirilis Dinas Kesehatan Kota Bogor menunjukan ada penambahan sebanyak 46 kasus atau menjadi 3.109 kasus. Dengan rincian sembuh atau selesai isolasi 2.495, masih sakit 523, dan meninggal 91 kasus.
Bima menyebut, lonjakan kasus dalam satu pekan terakhir masih didominasi berasal klaster keluarga. Ia menjelaskan, bila dibedah lebih dalam, penyebab klaster keluarga berasal dari orang-orang yang berlibur.
"Peningkatan 40 kasus baru per hari, masih berasal klaster keluarga yang disumbang dari libur panjang, kisannya 12 persen yang sebelumnya disumbang dari perkantoran," jelas Bima.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




