Pilkada Serentak, Kapolda Jateng Sebut Boyolali dan Klaten Rawan

Jumat, 27 November 2020 | 15:56 WIB
BK
WP
Penulis: Budi Kusuma | Editor: WBP
Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi.
Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi. (Beritasatu Photo/Budi Kusuma)

Solo, Beritasatu.com- Polda Jawa Tengah (Jateng) akan mengerahkan sekitar 14.000 personel untuk pengamanan Pilkada serentak 2020 pada 9 Desember melalui Operasi Mantap Praja Candi 2020. Kabupaten Boyolali dan Klaten menjadi perhatian khusus.

"Dua wilayah itu rawan karena ada operasi kontijensi erupsi Gunung Merapi. Magelang sedikit aman karena tidak ada pilkada. Jadi Boyolali dan Klaten diwaspadai," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat ditemui di Stadion Manahan, Jumat (27/11/2020).

Mantan Kapolresta Surakarta itu memastikan, pihaknya berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama Pilkada 2020 berlangsung.

Menurutnya sebanyak 14.000 personel akan tersebar di 21 kabupaten/kota yang melaksanakan pilkada."Kita juga punya powerhand di masing-masing eks karisidenan. Itu adalah satu SSK (satuan setingkat kompi) Brimob yang setiap saat bisa kita gerakan mana kala eskalasi meningkat," tukas dia.

Kapolda memastikan pada H-3 pencoblosan, seluruh anggota yang terlibat Operasi Mantab Praja akan menjalani swab test, mulai pejabat utama, perwira, hingga anggota yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon