Utut: Atap Ambruk, PON Tak Mungkin Ditunda
Jumat, 7 September 2012 | 13:45 WIB
Saat ini kontingen dari berbagai daerah sudah tiba di Riau.
Meskipun kanopi menuju lobby stadion tenis di Pekanbaru, Riau yang menjadi salah satu venue tenis ambruk, namun Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-18 yang akan dibuka pada Minggu (9/9) dianggap tidak mungkin ditunda.
Pasalnya, kontingen berbagai daerah sudah berada di Riau.
"Kan ini orangnya sudah di sana semua," kata Wakil Ketua Komisi X, Utut Adianto di gedung Nusantara I, Senayan, hari ini, Jumat (7/9).
Utut mengatakan yang perlu dievaluasi bukan hanya soal robohnya atap namun penyelenggaraan PON, multi event yang memberatkan daerah-daerah. Dia mengatakan hal tersebut sebagai evaluasi dari hulu sampai hilir.
Utut mencontohkan, biasanya gedung dan venue di berbagai daerah kerap ditelantarkan usai penyelenggaraan PON. Adapun negara terakhir yang menyelenggarakan evet seperti ini adalah Uni Soviet.
"Ini sangat memberatkan APBD dan pasca PON gedung-gedung tak bisa dipelihara oleh daerah manapun," imbuh Utut.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan yang perlu dilakukan adalah penguatan lokal bagi para atlet di berbagai daerah sesuai dengan potensi masing-masing.
"Kalau rubuh, ini kami akan minta evaluasi hasil," kata Utut, lagi.
Panel kaca kanopi di gerbang masuk arena tenis PON lepas dan jatuh pada Kamis (6/9) sore saat hujan deras. Akibatnya, satu mobil ringsek, sementara tiga pekerja mengalami luka-luka.
Meskipun kanopi menuju lobby stadion tenis di Pekanbaru, Riau yang menjadi salah satu venue tenis ambruk, namun Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-18 yang akan dibuka pada Minggu (9/9) dianggap tidak mungkin ditunda.
Pasalnya, kontingen berbagai daerah sudah berada di Riau.
"Kan ini orangnya sudah di sana semua," kata Wakil Ketua Komisi X, Utut Adianto di gedung Nusantara I, Senayan, hari ini, Jumat (7/9).
Utut mengatakan yang perlu dievaluasi bukan hanya soal robohnya atap namun penyelenggaraan PON, multi event yang memberatkan daerah-daerah. Dia mengatakan hal tersebut sebagai evaluasi dari hulu sampai hilir.
Utut mencontohkan, biasanya gedung dan venue di berbagai daerah kerap ditelantarkan usai penyelenggaraan PON. Adapun negara terakhir yang menyelenggarakan evet seperti ini adalah Uni Soviet.
"Ini sangat memberatkan APBD dan pasca PON gedung-gedung tak bisa dipelihara oleh daerah manapun," imbuh Utut.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan yang perlu dilakukan adalah penguatan lokal bagi para atlet di berbagai daerah sesuai dengan potensi masing-masing.
"Kalau rubuh, ini kami akan minta evaluasi hasil," kata Utut, lagi.
Panel kaca kanopi di gerbang masuk arena tenis PON lepas dan jatuh pada Kamis (6/9) sore saat hujan deras. Akibatnya, satu mobil ringsek, sementara tiga pekerja mengalami luka-luka.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




