Rakyat DKI Sudah Dewasa, Isu SARA Tidak Laku

Jumat, 7 September 2012 | 21:44 WIB
VC
B
Penulis: Viriya Paramita/ Wisnu Cipto | Editor: B1
Spanduk bernada SARA yang dipasang di kawasan Jalan Pramuka Jakarta Timur, Kamis (2/8).
Spanduk bernada SARA yang dipasang di kawasan Jalan Pramuka Jakarta Timur, Kamis (2/8). (Murizal Hamzah)
Pasangan Jokowi-Ahok mendapat banjir tekanan sejak kemenangannya di putaran pertama Pemilukada DKI.

Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan masyarakat Indonesia, khususnya DKI Jakarta, sudah dewasa dan tidak akan mudah terpancing isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) dalam memilih pemimpin Jakarta.

"Saya kira sudah enggak laku itu isu SARA. Rakyat kita sudah dewasa," kata Prabowo, terkait merebaknya isu SARA menjelang putaran kedua Pemilukada DKI Jakarta, di Jakarta, hari ini.

Seperti diketahui, calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang diusung Gerindra dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), memang mendapat banjir tekanan sejak kemenangannya di putaran pertama Pemilukada DKI.

Merebaknya kasus ceramah SARA Rhoma Irama di masjid, juga menyebarnya video "Koboi Cina Pimpin Jakarta" di situs Youtube beberapa saat lalu, diyakini merupakan sebuah bentuk serangan politik terhadap Ahok, atas dasar latar belakang ras dan agamanya.

Selain itu, timses pasangan incumbent Fauzi Bowo (Foke) dan Nachrowi Ramli (Nara) juga sempat melaporkan tim kampanye Jokowi-Ahok karena muncul iklan dukungan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) terhadap Jokowi, yang menampilkan Prabowo di dalamnya pada 27 Agustus 2012 lalu, di empat stasiun TV nasional berbeda. Hal itu dianggap sebagai bentuk pelanggaran kampanye di luar jadwal.

Ketika ditanya semua fakta tersebut, Prabowo sendiri terkesan tidak mau memperpanjang masalah yang ada. "Itu kan sudah kita klarifikasi (kepada Panwaslu DKI Jakarta). Ya, kalau memang ada kesalahan, ya, kita akan perbaiki. Kita ikut saja (aturan yang ada)," tandas dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon