Perkuat IMC, ITP Takalar Gandeng Nano Center Indonesia
Rabu, 2 Desember 2020 | 15:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Rektor Institut Teknologi Pertanian (ITP) Takalar Irma Andriani dan Ketua Yayasan Pusat Penelitian dan Pengembangan Nanoteknologi Indonesia (Nano Center Indonesia-NCI) Suryandaru menandatangani nota kerja sama pengembangan potensi komoditas lokal berbasis teknologi yang tengah dikembangkan Kabupaten Takalar, Senin (30/11/2020).
Penandatanganan nota kerja sama yang disaksikan langsung Bupati Takalar H Syamsari Kitta, Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material Nurul Taufiqu Rochman, dan Direktur Utama Nabel Sakha Group Indra Wahyudi ini untuk memperkuat Inovation Management Center (IMC) Kabupaten Takalar.
"Kami bersinergi untuk program inovasi kampus berbasis riset dan teknologi, khususnya nanoteknologi dengan implementasi pembelajaran aktif Science, Technology, Engineering dan Math (STEM) melalui pengembangan inovasi untuk peningkatan kapasitas SDM yang terintegrasi dan tepat guna," ujar Irma dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Rabu (2/11/2020).
Irma menyebutkan ruang lingkup perjanjian kerja sama tiga pihak ini meliputi peningkatan dan pengembangan riset komoditas lokal, peningkatan dan pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi, serta peningkatan dan pengembangan produk pembelajaran sains dan teknologi bagi mahasiswa. Termasuk juga pengembangan program pendampingan penulisan karya ilmiah dan paten.
Menurut Irma, sebagai tindak lanjut, para pihak akan merumuskan skema pelaksanaan program kerja sama ini. Untuk tahun pertama, kerja sama riset ini akan difokuskan pada penelitian bidang sains untuk pengolahan komoditas unggulan Kabupaten Takalar.
Nano Center Indonesia sangat mengapresiasi langkah kongkrit ITP Takalar dalam peningkatan riset inovatif untuk mengembangkan komoditas lokal Takalar.
Sinergi ini merupakan kali pertama yang dilakukan dengan ITP Takalar.
"Nano Center siap mendukung dan bekerja sama dalam implementasi program penguatan riset di daerah. Peningkatan kompetensi dan kapasitas SDM, salah satunya dengan mengimplementasikan kemampuan bidang riset yang bisa memadukan ilmu-ilmu sains dan teknologi," ujar Suryandaru.
Nano Center Indonesia adalah salah satu inkubator perusahaan rintisan teknologi yang telah membina kurang lebih 15 start up dengan total valuasi sebesar Rp 100 miliar.
Nano Center Indonesia didirikan bertujuan untuk menjadi salah satu inkubator terbaik di Indonesia dan ASEAN, serta menawarkan dukungan kepada perusahaan rintisan terkait teknologi paling terkemuka.
Selain itu, NCI juga memiliki pusat riset dan pengembangan (risbang) dengan 34 paten dan lebih dari 90 publikasi internasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




