Ini PON Paling Menyedihkan
Jumat, 7 September 2012 | 23:05 WIB
Soal minimnya persiapan itu, kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan pemerintah pusat disayangkan, karena sebenarnya punya waktu cukup lama untuk menyiapkan segalanya.
Hanya satu hari menjelang pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau, beberapa kendala masih ditemui dalam persiapan pelaksanaan pesta olahraga empat tahunan itu.
Masalah yang ada mulai dari tujuh venue yang mengalami keterlambatan penyelesaian pembangunannya, hingga atlet-atlet yang masih terlantar.
Bahkan Kamis (6/9) malam lalu, kanopi yang menuju lobi stadion tenis di Pekanbaru roboh, yang mengakibatkan dua orang pekerja cedera. Minimnya persiapan pelaksanaan even ini, diakui oleh Pengurus Besar (PB) Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin).
Venue menembak yang terletak di Kompleks Gelanggang Olahraga Rumbai misalnya, menurut Perbakin bahkan belum mampu memenuhi standar stadion menembak nasional.
"Dari laporan yang saya dapatkan, venue menembak belum sepenuhnya selesai, tapi cukup bisa dipakai. Saya baru saja tiba. Jadi belum langsung cek ke lapangan. Besok pagi saya akan cek," ujar Ketua Komisi Pembinaan PB Perbakin, Glenn Clifton Apfel, saat dihubungi lewat sambungan telepon.
Venue menembak yang merupakan satu dari tujuh venue yang mengalami keterlambatan penyelesaian pembangunan kabarnya masih berlantaikan semen dan belum dilapisi keramik.
"Saya hanya berharap lantainya cukup flat. Karena kalau tidak, akan berpengaruh terhadap rekor PON. Untuk itu, kami sudah antisipasi dengan menggelar kejuaraan nasional pengganti," kata Glenn.
Terkait minimnya persiapan itu, Glenn menyayangkan kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan pemerintah pusat yang sebenarnya punya waktu cukup lama untuk menyiapkan segalanya.
Perbakin sendiri menurutnya bahkan telah mengusulkan agar cabang olahraga menembak digelar di Sumatera Selatan (Sumsel), yang punya stadion menembak yang pernah dipakai untuk SEA Games tahun lalu.
Namun (usul itu) ditolak Riau. Gllen menyebut mungkin karena gengsi daerah.
"Mungkin ini PON paling menyedihkan bagi kami dibandingkan sebelum-sebelumnya, (seperti) di Kalimantan Timur, Sumatera Selatan dan Surabaya. Tapi, daripada dibatalkan, lebih baik digelar seadanya," katanya.
Selain venue, wisma atlet yang terletak di kompleks Rumbai juga dinilai masih minim fasilitas, karena baru selesai dibangun.
"Masih bau cat. Aliran air juga baru sebagian. Padahal kontingen beberapa provinsi sudah tiba di sini," keluh Glenn.
Hanya satu hari menjelang pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau, beberapa kendala masih ditemui dalam persiapan pelaksanaan pesta olahraga empat tahunan itu.
Masalah yang ada mulai dari tujuh venue yang mengalami keterlambatan penyelesaian pembangunannya, hingga atlet-atlet yang masih terlantar.
Bahkan Kamis (6/9) malam lalu, kanopi yang menuju lobi stadion tenis di Pekanbaru roboh, yang mengakibatkan dua orang pekerja cedera. Minimnya persiapan pelaksanaan even ini, diakui oleh Pengurus Besar (PB) Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin).
Venue menembak yang terletak di Kompleks Gelanggang Olahraga Rumbai misalnya, menurut Perbakin bahkan belum mampu memenuhi standar stadion menembak nasional.
"Dari laporan yang saya dapatkan, venue menembak belum sepenuhnya selesai, tapi cukup bisa dipakai. Saya baru saja tiba. Jadi belum langsung cek ke lapangan. Besok pagi saya akan cek," ujar Ketua Komisi Pembinaan PB Perbakin, Glenn Clifton Apfel, saat dihubungi lewat sambungan telepon.
Venue menembak yang merupakan satu dari tujuh venue yang mengalami keterlambatan penyelesaian pembangunan kabarnya masih berlantaikan semen dan belum dilapisi keramik.
"Saya hanya berharap lantainya cukup flat. Karena kalau tidak, akan berpengaruh terhadap rekor PON. Untuk itu, kami sudah antisipasi dengan menggelar kejuaraan nasional pengganti," kata Glenn.
Terkait minimnya persiapan itu, Glenn menyayangkan kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan pemerintah pusat yang sebenarnya punya waktu cukup lama untuk menyiapkan segalanya.
Perbakin sendiri menurutnya bahkan telah mengusulkan agar cabang olahraga menembak digelar di Sumatera Selatan (Sumsel), yang punya stadion menembak yang pernah dipakai untuk SEA Games tahun lalu.
Namun (usul itu) ditolak Riau. Gllen menyebut mungkin karena gengsi daerah.
"Mungkin ini PON paling menyedihkan bagi kami dibandingkan sebelum-sebelumnya, (seperti) di Kalimantan Timur, Sumatera Selatan dan Surabaya. Tapi, daripada dibatalkan, lebih baik digelar seadanya," katanya.
Selain venue, wisma atlet yang terletak di kompleks Rumbai juga dinilai masih minim fasilitas, karena baru selesai dibangun.
"Masih bau cat. Aliran air juga baru sebagian. Padahal kontingen beberapa provinsi sudah tiba di sini," keluh Glenn.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




