Jokowi: Tidak Boleh Ada Satupun Penyandang Disabilitas Tertinggal

Kamis, 3 Desember 2020 | 13:06 WIB
LT
FB
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: FMB
Pekerja difabel beraktivitas di UMKM  peserta Kompetisi EMPOWERED 3.0. Kompetisi EMPOWERED 3.0 adalah program pendampingan dan pengembangan usaha untuk pemberdayaan masyarakat difabel agar dapat mandiri, produktif, dan bisa memiliki pendapatan yang layak, sesuai dengan skill dan kemampuan yang dimiliki.
Pekerja difabel beraktivitas di UMKM peserta Kompetisi EMPOWERED 3.0. Kompetisi EMPOWERED 3.0 adalah program pendampingan dan pengembangan usaha untuk pemberdayaan masyarakat difabel agar dapat mandiri, produktif, dan bisa memiliki pendapatan yang layak, sesuai dengan skill dan kemampuan yang dimiliki. (BeritaSatu Photo/principal)

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak boleh ada satupun penyandang disabilitas di Indonesia yang tertinggal. Karena itu, Komisi Nasional Disabilitas (KND) mempunyai peranan penting dalam peningkatan kesejahteraan para penyandang disabilitas.

Menurut Jokowi, tugas pemerintah selanjutnya adalah memastikan semua kebijakan dapat terlaksana dengan baik dan tereksekusi dengan tepat, sehingga dirasakan manfaatnya oleh penyandang disabilitas.

"Komisi Nasional Disabilitas mempunyai peran yang sangat strategis, sebagai sebuah lembaga nonstruktural yang bersifat independen dan bertanggung jawab kepada presiden," kata Jokowi saat menyampaikan sambutannya dalam acara Hari Disabilitas Internasional yang digelar Kementerian Sosial secara virtual, Kamis (3/12/2020).

Kepala Negara mengharapkan kehadiran Komisi Disabilitas Nasional dapat menjadi tonggak penting untuk mempercepat pelaksanaan visi besar pemerintah terhadap penyandang disabilitas. Salah satunya, penyandang disabilitas tidak boleh tertinggal dari berbagai program pelayanan yang diberikan pemerintah.

"Saya mengharapkan kehadiran komisi disabilitas akan menjadi tonggak penting untuk mempercepat pelaksanaan visi besar kita terhadap penyandang disabilitas. Tidak boleh ada satupun penyandang disabilitas tertinggal dari berbagai program layanan yang diberikan oleh pemerintah," tegas Jokowi.

Karena itu, Ia meminta semua kementerian, lembaga dan pemerintah daerah harus aktif mendukung Komisi Disabilitas Nasional, mulai dari perlu sinkronisasi data penyandang disabilitas secara nasional, melibatkan para penyandang disabilitas dalam pembuatan dokumen, secara rencana aksi daerah.

"Dan kawal implementasinya agar semua rencana aksi berjalan efektif dan dirasakan manfaatnya pada para penyandang disabilitas," terang Jokowi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon