Tekan Klaster Perkantoran, Siaga Luncurkan Sistem Deteksi Covid-19 Non-Aplikasi

Selasa, 8 Desember 2020 | 17:35 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Siaga meluncurkan sistem Digital Covid - 19 contact tracing.
Siaga meluncurkan sistem Digital Covid - 19 contact tracing. (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Area perkantoran adalah salah satu klaster beresiko penyebaran Covid-19. Guna meminimalisir resiko tersebut Siaga meluncurkan sistem Digital Covid-19 contact tracing yang dapat dioperasikan secara mandiri oleh perusahaan.

Sistem ini membantu perusahaan melakukan tracing dan tracking untuk karyawan yang terindikasi positif covid- 19 dengan tepat dan murah biaya. 

Sistem ini tidak memerlukan fitur GPS karena tidak berbasis aplikasi yang perlu diunduh disetiap gawai personal karyawan. Cukup dengan sistem QR scan yang diletakan disetiap ruangan kantor. Dengan analisa pintar sistem ini, apabila terdapat indikasi karyawan yang reaktif virus corona, sistem bisa mencari secara mandiri ring 1 - 3, kurang dari 1 menit.

"Hal tersulit yang kami temui dari hasil diskusi dengan lebih dari 100 perusahaan adalah pencarian ring 1 dan juga pendataan 7-14 hari ke belakang," ungkap Ivan Muliadi, CEO dan Founder Siaga dalam siaran pers, Selasa (8/12/2020).

Banyak perusahaan menghabiskan waktu 3-5 hari untuk mendata pasien terindikasi. Pada akhirnya semua karyawan melakukan swab test dan menghabiskan dana tidak sedikit. Sementara basis sistem tracing Siaga menggunakan website, HRD akan memasukkan data dan melakukan pencarian kontak erat secara mandiri.

Karyawan cukup melakukan pendataan dengan scan barcode setiap masuk ke ruangan tertentu di kantor. Ivan melanjutkan, butuh kerja sama dan tingkat kepatuhan tinggi setiap individu untuk menjalankan sistem, agar perusahaan bisa bertahan di masa sulit ini.

Selain mendata dengan barcode, sistem juga secara otomatis mengirimkan self assessment yang wajib diisi karyawan H-1 sebelum mereka masuk kantor melalui email. Tujuannya untuk menilai risiko bawaan, jika hasil penilaian mengungkap risiko besar, maka mereka dilarang masuk kantor.

Dengan begitu jika terjadi kasus positif covid-19, perusahaan akan dengan mudah melacak lingkaran pertama suspect transmisi, begitu juga area ring 2, 3, dan seterusnya. Sistem akan membuat chart dan tabel demografi penyebaran secara otomatis.

"Dari hasil filtrasi yang tepat dan cepat perusahaan bisa menekan biaya deteksi sampai dengan 90%. Swab cukup dilakukan oleh mereka yang berada di ring 1," lanjut Ivan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon