Kemenangan Bobby Menebus Kekalahan Jokowi di Medan

Minggu, 13 Desember 2020 | 09:15 WIB
AS
WP
Penulis: Arnold H Sianturi | Editor: WBP
Bobby Nasution.
Bobby Nasution. (Antara)

Medan, Beritasatu.com - Kemenangan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan terpilih versi hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei, Bobby Nasution - Auliah Rachman yang mengalahkan petahana, Akhyar Nasution - Salman Alfarisi, menjadi topik hangat di Tanah Air.

Selain kehadirannya berhasil meningkatkan jumlah partisipasi pemilih, kemenangan Bobby juga membalaskan kekalahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mertua Bobby ini sudah dua kali kalah dalam Pemilihan Presiden (Pilpres), di Medan.

Koordinator Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI), Gandi Parapat mengatakan, perubahan politik di tingkat pusat dengan bergabungnya partai besutan Prabowo Subianto ke dalam pemerintahan Jokowi, secara otomatis berimplikasi ke Medan.

"Sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo dengan kekuatan politiknya, mengarahkan Gerindra mendukung Bobby Nasution - Aulia Rachman (kader Gerindra). Dukungan koalisi besar seperti, PDI Perjuangan, Golkar, Nasdem dan partai lainnya, juga mempengaruhi," ujar Gandi Parapat kepada Beritasatu.com, Minggu (13/12/2020).

Faktor kemenangan Bobby lainnya, kata Gandi, akibat terbelahnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kelompok yang tidak terakomodasi di PKS membangun aliansi politik baru, yaitu Partai Gelora. Secara otomatis, partai besutan Anis Matta ini kemudian menggerogoti kekuatan partai PKS.

"Seperti yang kita ketahui, PKS itu mempunyai kekuatan yang sangat besar di Kota Medan. Dalam konteks pilkada, Partai Gelora mendukung Bobby - Aulia meski belum memiliki kursi. Tapi, dukungan Gelora sangat menggerogoti kekuatan-kekuatan yang selama ini didominasi oleh PKS. Itu semua diarahkan untuk Bobby," jelasnya.

Dari sisi politik lokal, kinerja pertahana Akhyar tidak memberikan perspektif maksimal, sehingga masyarakat kecewa lalu berkeinginan ada perubahan dalam kepemimpinan. Kinerja tidak maksimal yang dimaksud, salah satunya adalah persoalan banjir. Dilihat infrastruktur, Kota Medan bisa dikatakan mengecewakan.

Bagi Akhyar ini dilematis. Pertama dia mendapat pengaruh dari kasus korupsi yang menimpa Dzulmi Eldin, karena dia dulu bergabung, yang berimplikasi dan mendapatkan perspektif negatif. "Dalam beberapa waktu Akhyar menjadi akting, hanya menjadi pertahana yang tidak memiliki banyak kewenangan untuk mengatur Kota Medan. Akhyar juga tidak mampu melakukan realokasi atau penguatan-penguatan pembangunan. Ini dampak sisi politik pembangunannya," imbuhnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan, Jokowi pada Pilpres 2014 lalu, yang saat itu berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK), gagal meraih empati masyarakat, dan dikalahkan oleh pasangan Prabowo Subianto - Hatta Rajasa untuk perolehan suara di Medan.

Pasangan calon presiden Jokowi - JK meraih 484.395 suara, atau sekitar 47,84%. Sementara pasangan Prabowo Subianto - Hatta Rajasa berhasil meraih angka kemenangan 530.243 suara dengan persentase 52,16%.

Kegagalan serupa juga dirasakan Jokowi saat berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin saat Pilpres 2019. Jokowi kembali berhadapan dengan rival beratnya, Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Sandiaga Uno. Jokowi gagal lagi meraih kemenangan di Medan. Suara pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin dalam Pilpres di Medan, hanya meraih 544.221 suara, sedangkan pasangan Prabowo-Sandi meraih 645.209 suara. "Jokowi kalah pilpres 2019 lalu di Medan karena adanya gerakan politik 212 dengan memainkan politik identitas, sehingga situasi memanas saat pilpres dan berdampak pada perubahan pemilih di Medan. Angka golput juga tinggi saat pilpres," ungkap Gandi.

Kembali pada Pilwakot Medan, yang dilaksanakan 9 Desember kemarin, lembaga survei Median menyebut sudah 100% data masuk dari jejaring quick count. Dari data survei itu, perolehan suara Paslon Akhyar-Salman yakni 44,9% dan Bobby-Aulia 55,1%.

Sedangkan hasil penghitungan Poltracking menyebutkan data sudah masuk 95,14%. Hasilnya, Akhyar-Salman 45,9% sedangkan Bobby-Aulia 54,05%.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon