Pemeriksaan Gayus di KPK masih normatif

Rabu, 2 Februari 2011 | 17:05 WIB
JG
B
Penulis: Juan Ardya Guardiola | Editor: B1

Lusa, Gayus kembali akan diperiksa oleh KPK.

Gayus Tambunan mendapat cecaran pertanyaan dari KPK seputar atasannya di Direktoriat Pajak tempat dia bekerja. Terpidana korupsi dalam kasus penyuapan dari wajib pajak yang diganjar hukuman tujuh tahun penjara ini dimintai keterangan penyidik KPK selama hampir enam jam.

"Diminta keterangan tentang hal-hal yang diketahui tentang bagaimana pejabat-pejabat pajak," kata Gayus seusai diperiksa.

Gayus tak menjelaskan maksud pernyataanya tersebut. Dia meminta untuk menanyakan masalah yang ditanyakan KPK kepada kuasa hukumnya Hotma Sitompul atau penyidik. Menurut Hotma, pemeriksaan yang dilakukan kepada Gayus baru hal-hal yang bersifat umum. Gayus ditanya mengenai formasi dan kegiatan yang dilakukan di Ditjen Pajak, termasuk sistem dan pekerjaan Gayus. "Masih normatif" ujarnya.

Disinggung mengenai kemungkinan Gayus menyebutkan atasannya dalam kasus mafia pajak saat pemeriksaan, Hotma tidak bersedia untuk mengatakannya. Menurut Hotma, Gayus sudah belajar dari di-upload-nya foto paspor miliki Gayus oleh Sekretaris Satgas Deny Indrayana.
"Nanti (kalau disebut) seperti Denny yang upload paspor lalu orangnya lari. Saya nggak akan pernah sebut nama atau jabatan, jadi jangan tanya lagi, nanti disebut orangnya malah lari," kata Hotma.

Sebelumnya, seusai pembacaan vonis dalam perkara suap yang membuatnya dikenai hukuman tujuh tahun penjara, Gayus buka-bukaan soal mafia pajak. Kala itu dia menyebutkan keterlibatan atasannya seperti Direktur Banding dan Keberatan Ditjen Pajak Bambang Heru Ismiarso. Kemudian Direktur Penyidikan Ditjen Pajak [waktu itu M Tjiptardjo] dan dirjen pajak masa itu Darmin Nasution.

Dalam kesempatan itu, Hotma juga mengatakan 151 perusahaan yang diduga pernah ditangani oleh Gayus justru tidak ada hubungannya dengan kliennya. Dikatakan Hotma, kemunculan 151 perusahaan itu adalah hasil desakan Denny Indrayana kepada Gayus.
"Tidak ada hubungannya dengan 151 perusahaan. Kenapa Gayus bilang begitu, karena banyak hal yang dijelaskan Gayus berdasarkan tekanan dari Denny," kata Hotma.

Dikatakan Hotma, kliennya akan mengungkap secara tuntas mengenai mafia pajak ini di pengadilan. Juga terkait aliran uang masuk dan keluar dari rekening Gayus, menurut Hotma akan dibongkar di pengadilan. "Itu nanti di Pengadilan,"  kata Hotma. Lusa, Gayus akan kembali diperiksa KPK.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon