Jelang Nataru, Masyarakat Diminta Beli Tiket Penyeberangan Lewat Ferizy

Selasa, 15 Desember 2020 | 10:57 WIB
JS
JS
Penulis: Jayanty Nada Shofa | Editor: JNS
Acara Media Gathering Kesiapan dan Persiapan Layanan Angkutan Natal dan Tahun Baru di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Senin (14/12/2020).
Acara Media Gathering Kesiapan dan Persiapan Layanan Angkutan Natal dan Tahun Baru di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Senin (14/12/2020). (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah mengimbau masyarakat untuk membeli tiket angkutan penyeberangan secara daring lewat Ferizy. Hal ini diharapkan guna mencegah penyebaran virus corona di pelabuhan maupun kapal penyeberangan.

"Melalui aplikasi Ferizy, masyarakat dapat melakukan pemesanan dan pembayaran tiket kapal penyeberangan secara online sehingga tidak perlu memesan langsung di pelabuhan. Hal ini dapat mengurangi penumpukan antrean pembelian tiket di loket, mencegah kepadatan calon penumpang, dan meminimalkan interaksi fisik," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemhub) Budi Setiyadi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (14/12/2020).

Budi menjelaskan, sistem tiket online Ferizy sudah bisa digunakan di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk. E-ticketing juga bisa dilakukan di Pelabuhan Penyeberangan Lembar, Padangbai, Kayangan, dan Pototano. Begitu pula dengan Pelabuhan Ajibata dan Ambarita di Pulau Toba.

Calon penumpang juga diminta menyelesaikan pesanan tiket setidaknya 4 jam sebelum keberangkatan untuk memperlancar arus kendaraan yang akan masuk pelabuhan dan mencetak boarding pass 2 jam sebelum jadwal keberangkatan.

"Kami telah mempersiapkan 218 unit kapal, 58 unit dermaga yang terdiri dari 42 mobile bridge, 3 Ponton, dan 15 Plengsengan, serta melakukan rampcheck oleh Direktorat Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan dengan melibatkan Balai pengelola Transportasi Darat (BPTD) terkait," kata Budi.

Pihaknya juga telah merencanakan antisipasi operasi guna mitigasi bencana seperti dengan menyediakan tug boat untuk mengantisipasi cuaca buruk mapun menyiapkan kapal pengganti.

Untuk aspek pelayanan, Ditjen Hubdat bekerja sama dengan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai operator untuk meningkatkan sosialisasi pembelian tiket secara daring kepada masyarakat. Serta menambah gate untuk pembelian tiket dan petugas pembantu guna mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan pada loket penumpang dan toll gate kendaraan.

ASDP, tambah Budi, juga melakukan bypass penjualan tiket dan data manifest di loket penjualan tiket jika terjadi stagnasi di area depan gerbang tol, dan memperbaiki prasarana pelabuhan yang mengalami kerusakan.

Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi memprediksikan akan ada penurunan traffic sebesar 19% di Pelabuhan Merak dan 35% di Pelabuhan Ketapang dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Situasi ini tentunya disebabkan oleh pandemi Covid-19. Walaupun demikian, pihak ASDP telah menyiapkan kapasitas lebih 36% dari yang dibutuhkan di Pelabuhan Merak-Bakauheni dan kapasitas lebih 29% pada Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk," kata Ira.

Dirinya juga memperediksikan puncak arus mudik Nataru terjadi pada 23 Desember 2020 (H-2), sedangkan puncak arus balik pada Sabtu, 2 Januari 2021 (H+8).

Sementara itu, di tahun ini produksi angkutan Nataru 2020/2021 diprediksikan jumlah trip sebanyak 15.704, jumlah penumpang sebesar 2.178.305, kendaraan roda 2 sebanyak 152.920, dan kendaraan roda 4 sebanyak 449.464.

"Secara keseluruhan, ASDP siap untuk melaksanakan Kegiatan Posko Angkutan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Besar harapan saya agar masyarakat bisa memaksimalkan Ferizy dan selalu menerapkan protokol kesehatan di pelabuhan dan kapal penyeberangan," tutup Ira.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon