KONI Siap Pertandingkan Esports Karya Anak Bangsa di PON 2021

Jumat, 18 Desember 2020 | 14:03 WIB
HS
IC
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: CAH
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman beserta jajarannya berkunjung ke Anantarupa Studios sebagai pengembang game Lokapala Esports.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman beserta jajarannya berkunjung ke Anantarupa Studios sebagai pengembang game Lokapala Esports. (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman menyatakan Lokapala sebagai gim karya anak bangsa Indonesia akan dipertandingan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 cabang e-sports.

Lokapala seakan mematahkan asumsi bahwa developer Indonesia tidak mampu bersaing dengan negara-negara adidaya dalam gim gim e-sports, seperti Tiongkok dan Korea. Pasalnya, gim Lokapala tidak kalah seru. 

"Ke depannya, saya juga ingin KONI menjadi bagian penting dalam mempromosikan dan mendorong Lokapala sebagai gim e-sports nasional. E-sports akan menjadi salah satu cabang eksebisi pada PON ke-20 di bulan Oktober 2021mendatang, yang -bertempat di Papua. KONI bersama PB Esports Indonesia akan memberikan kesempatan bagi Lokapala untuk dapat menjadi salah satu gim yang dipertandingkan," ujarnya usai berkunjung ke Anantarupa Studios sebagai pengembang game Lokapala di Jakarta, Jumat (18/12).

Besarnya minat pemain lokal terhadap e-sports, perlu diimbangi dengan hadirnya gim lokal di ajang-ajang e-sports nasional.

Pertumbuhan e-sports dan industri gim yang kian berkembang pesat, termasuk di Indonesia, membawa industri gim menjadi industri konten digital nomor satu di dunia, walaupun di tengah pandemi covid-19. Sayangnya, semua ajang turnamen e-sports yang digelar di Indonesia menggunakan gim impor sebagai konten utamanya.

Hal ini menciptakan tantangan yang berdampak pada lambatnya pertumbuhan industri gim lokal, di mana 99% pendapatan game dikuasai oleh gim-gim impor, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan yang signifikan atas defisit neraca dagang Indonesia.

"Kita tidak menutup gim impor, tetapi Lokapala sebagai gim e-sports lokal ini harus kita dukung bersama dan harus kita kasih kesempatan untuk bersaing dengan gim impor secara berimbang," kata Norman.

CEO Anantarupa Studio, Ivan Chen merasa optimistis gim e-sport Lokapala bakal diterima masyarakat Indonesia dan siap bersaing dengan gim e-sport buatan luar negeri yang sudah lebih dulu hadir di Indonesia.

"Kita merasa optimistis masyarakat bisa menerima gim kita. Contohnya waktu soft launching, dalam waktu 4 bulan gimkita sudah dimainkan 1,5 juta. Itu tidak ada promosi atau turnamen. Itu artinya masyarakat Indonesia menerima. Ke depan kita akan banyak menggelar turnamen sehingga kita bisa bersaing dengan game-game lain buatan luar negeri," tutup dia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon