CDC: Varian Baru Covid-19 Kemungkinan Sudah Ada di AS
Rabu, 23 Desember 2020 | 06:24 WIB
Washington, Beritasatu.com - Jenis baru virus corona yang pertama kali terdeteksi di Inggris kemungkinan sudah menyebar di Amerika Serikat (AS) tanpa terdeteksi. Hal itu diungkapkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (the US Centers for Disease Control and Prevention/CDC) Selasa (22/12/2020).
"Perjalanan antara Inggris dan Amerika Serikat, serta tingginya prevalensi varian ini di antara infeksi Inggris saat ini, meningkatkan kemungkinan impor," kata CDC dalam sebuah pernyataan.
"Mengingat sebagian kecil infeksi AS yang telah diurutkan, variannya sudah bisa berada di Amerika Serikat tanpa terdeteksi."
CDC mengatakan, varian baru saat ini disebut sebagai "SARS-CoV-2 VUI 202012/01.
Varian itu banyak ditemukan di Inggris bagian tenggara pada November 2020. Jenis terbaru itu dilaporkan menyumbang 60% infeksi di London, kata badan itu.
CDC mengatakan tidak tahu mengapa jenis baru virus itu muncul, tetapi bisa jadi itu kebetulan saja. "Atau, mungkin muncul karena lebih cocok untuk menyebar pada manusia," kata CDC.
Sejumlah negara di Eropa telah memberlakukan larangan perjalanan dari dan ke Inggris. Larangan ini diberlakukan terkait dengan pengumuman penyebaran varian baru mutasi Covid-19 di negara itu yang disebut 70% lebih cepat menular, seperti disampaikan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Sabtu (19/12/2020).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




