Natal di GPIB Siloam Jakarta, Pendeta Paul: Firman Allah Tidak Terbatas

Jumat, 25 Desember 2020 | 10:23 WIB
NL
FB
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: FMB
Jemaat Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) menggelar ibadah dan perayaan Natal di GPIB Jemaat
Jemaat Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) menggelar ibadah dan perayaan Natal di GPIB Jemaat "Siloam" DKI Jakarta, pada Jumat (25/12/2020). (Beritasatu.com/Novy Lumanauw)

Jakarta, Beritasatu.com - Jemaat Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) menggelar ibadah dan perayaan Natal untuk memperingati kelahiran Tuhan Yesus.

Ibadah yang dipimpin Pendeta Paul Latupeirissa diselenggarakan secara sangat terbatas dan sederhana dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pendeta Paul dalam khotbah yang terambil dari Kitab Injil Matius 1:1-17 mengatakan bahwa situasi pandemi Covid-19 mendesak seluruh elemen bangsa untuk membatasi berbagai kegiatan, baik bekerja, belajar, dan beribadah. Namun, Firman Allah tidak pernah terbatas. Justru yang harus dilawan adalah penyebaran virus corona yang telah menghadirkan petaka di negeri ini dan banyak negara di dunia.

"Merayakan Natal tidak semua harus hadir di gereja. Tapi kita harus percaya bahwa Firman Tuhan tidak ada yang terbatas. Hati, pikiran, dan iman terarah pada Yesus. Tidak ada yang terbatas. Firman Allah tersebar hingga ke berbagai belahan dunia," kata Pendeta Paul dalam khotbah Natal, di GPIB Jemaat "Siloam" DKI Jakarta, pada Jumat (25/12/2020).

Ia mengatakan, Yesus yang lahir dalam keterbatasan, hanya disaksikan Maria, Jusuf, para gembala, dan orang majus. Namun keterbatasan itu tidak membatasi kasih Tuhan kepada umat-Nya.

"Makna Natal tersebar ke berbagai penjuru dunia," jelas dia.

Menurut Pendeta Paul, ketika Yesus yang disebut Kristus lahir, janji Allah digenapi. Ada tiga hal penting yang harus dipahami dalam memaknai Natal. Pertama, beriman bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat.

"Tidak perlu repot terhadap penolakan orang lain. Yesus datang dan memenuhi janji keselamatan," kata Pendeta Paul.

Kedua, isi dalam janji Tuhan ada pengharapan. " Apa yang dibicarakan para nabi digenapi," katanya.

Ketiga adalah isi dari janji Allah adalah kasih. "Kasih mengalahkan segalanya. Kita saling mengasihi sebagai warga gereja maupun sebagai warga bangsa," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon