Libur Natal, Objek Wisata di Bengkulu Sepi Pengujung

Jumat, 25 Desember 2020 | 17:15 WIB
U
FH
Penulis: Usmin | Editor: FER
Pantai Panjang Bengkulu
Pantai Panjang Bengkulu (istimewa)

Bengkulu, Beritasatu.com - Sejumlah objek wisata di Bengkulu, pada hari Natal 2020, Jumat (25/12/2020) sepi pengunjung.Hal ini terjadi karena sebagian masyarakat memilih tidak keluar rumah, menyusul adanya imbuan pemerintah kota (Pemkot) Bengkulu agar berdiam di rumah.

Selain itu, masyarakat tidak berani mengunjung tempat wisata karena takut terpapar virus corona, karena dalam dua pekan ini kasus Covid-19 di daerah ini melonjak tajam.

"Tingkat kunjungan wisata di Bengkulu pada hari Natal berkurang dari libur biasa akhir pekan. Akibatnya, tempat-tempat wisata di Kota Bengkulu pada hari Natal sepi. Padahal, cuaca di Kota Bengkulu sangat cerah dan tidak ada hujan disertai badai," kata Mustakim (46), salah pedagang makanan di Pantai Panjang, Bengkulu.

Ia mengatakan, selama ini pada setiap libur Natal tempat wisata di Bengkulu, selalu ramai dikunjung masyarakat hingga Tahun Baru, tapi Natal kali ini pengunjung yang datang ke tempat wisata di Bengkulu, benar-benar sepi.

Meski demikian, Mustakim berharap pada Sabtu (26/12/2020) dan Minggu (27/12/2020) kunjung wisatawan ke tempat-tempat wisata di daerah ini akan ramai. Pengalaman selama ini, para wisatawan datang ke tempat wisata pada Sabtu dan Minggu.

"Saya berharap meski pada Jumat tingkat kunjungan wisatawan ke tempat wisata di daerah ini sepi, tapi pada Sabtu dan Minggu akan meningkat, sehingga barang daganganya laku keras dan mendapat keuntungan besar. Kalau pada hari Natal ini dagang kita laku sedikit karena pengunjung sepi," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Syamsul (44), pedagang es tebu di kawasan Pantai Jakat, Kota Bengkulu. Ia berharap pada libur Sabtu dan Minggu pengunjung ramai datang ke pantai tersebut, sehingga barang daganganya habis dibeli wisatawan.

"Pada hari Natal wisatawan lokal maupun wisatawan nusantara yang berkunjung ke Pantai Jakat sepi sehingga barang dagangan para pedagang nyaris tidak ada pembelinya. Padahal, cuaca pada hari Natal benar-benar cerah dan panas. Biasanya kalau curah cerah dan panas orang banyak membeli es tebu, tapi berjualan pada hari Natal sepi pembeli," ujarnya.

Meski demikian, Syamsul tetap bersemangat berjualan es tebu di kawasan wisata Pantai Jakat. "Saya tetap bersemangat berjualan es tebu meski hari Natal sepi pembeli karena wisatawan yang datang ke Pantai Jakat juga sepi dibanding libur akhir pekan," ujarnya.

Pengalaman selama ini, katanya masyarakat banyak datang ke tempat wisata pada Sabtu dan Minggu. Apalagi lagi sekarang ini lagi libur anak sekolah. "Saya yakin Sabtu dan Minggu wisatawan banyak datang ke Pantai Jakat untuk bermain bersama keluarganya," ujarnya.

Wisatawan yang datang ke Pantai Jakat dan tempat wisata lainnya di Kota Bengkulu, selama ini bukan saja dari Bengkulu saja tapi datang dari berbagai daerah tetangga, seperti Lubuklinggau, Lahat, Empat Lawang dan daerah lainya.

"Biasanya menjelang Tahun Baru banyak orang luar Bengkulu yang berkunjung ke daerah ini untuk menikmati objek wisata alam dan keindahan Pantai Panjang, Pantai Jakat dan Pantai Pasir Putih daerah ini," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Bengkulu, Iksan Setiawan mengimbau wisatawan lokal dan nusantara yang datang ke daerah ini wajib menerapkan protokol kesehatan saat berada di tempat wisata, salah satunya memakai makser.

Demikian pula pemilik hotel di Bengkulu agar menerima tamu dibatasi hanya sebesar 50 persen dari kamar yang tersedia sesuai dengan protokol kesehatan.

"Saya sudah datangi semua hotel di Bengkulu, termasuk yang berlokasi di kawasan Pantai Panjang agar menerapkan protokol kesehatan dalam menerima tamu. Saya minta mereka hanya menerima tamu 50 persen dari kapasitas yang ada," ujarnya.

Iksan juga meminta pengelola hotel tidak menggelar acara malam Tahun Baru 2021 karena dapat menimbulkan kerumunan sehingga berpotensi menjadi tempat penularan virus corona. "Kita tegas jika ada hotel yang menggelar acara Tahun Baru menimbulkan kerumunan akan kita bubarkan," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon