Terapkan Protokol Kesehatan, Natal di Jambi Berjalan Khidmat
Jumat, 25 Desember 2020 | 19:02 WIB
Jambi, Beritasatu.com - Seluruh gereja di Kota Jambi menerapkan protokol kesehatan ketat pada ibadah malam Natal dan perayaan Natal 2020, Kamis dan Jumat 24 - 25 Desember 2020. Jumlah jemaat yang menghadiri ibadah Natal rata-rata 30% - 50 % dari kapasitas gereja.
Sementara seluruh jemaat juga menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan mengukur suhu tubuh sebelum masuk ke dalam gereja. Kendati berlangsung sederhana dengan menerapkan protokol kesehatan, perayaan Natal di gereja di Kota Jambi berlangsung khidmat dan tertib.
Pantauan SP di gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) dan Gereja Methodist Indonesia (GMI) Kotabaru, Kota Jambi, seluruh jemaat mengikuti ibadah secara tertib protokol kesehatan. Ibadah malam Natal dan dilakukan dua sampai empat kali sehari untuk mengurangi kerumunan.
"Kami membatasi jemaat. Ibadah Natal kami gelar dua kali, yakni jam 08.00 WIB – 10.00 WIB dan jam 10.30 WIB – 12.00 WIB. Jumlah jemaat yang hadir hanya 100 orang," kata Sekretaris Jemaat GKPS Jambi, Joko Hotman Karo-karo di GKPS Jambi, Minggu (25/12/2020).
Sementara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Jambi melakukan patroli ke gereja-gereja memantau pelaksanaan protokol kesehatan. Petugas tidak hanya memantau di luar gedung gereja, tetapi juga ke dalam ruangan. "Kami perlu melihat kondisi di dalam gereja untuk mengetahui kepatuhan menggunakan masker dan jaga jarak," kata anggota Satgas Covid-19 Kota Jambi, Jailani.
Pendeta (Pdt) GKPS Jambi, Pdt Franky Doris Malau, STh dalam khutbahnya pada ibadah perayaan Natal di GKPS Jambi, Jumat (25/12/2020) mengatakan, peringatan kelahiran Tuhan Yesus hendaknya dijadikan momentum untuk meningkatkan rasa kepedulian, solidaritas dan kasih terhadap sesama dan lingkungan hidup. "Yesus lahir ke dunia membawa belas kasih dan damai dengan penuh kesederhanaan. Karena itu umat Kristen juga hendaknya meneladani kasih dan damai seperti yang telah diberikan Yesus kepada dunia ini,"katanya.
Franky Doris Malau mengatakan, di era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, umat Kristen semakin banyak yang merayakan Natal sebagai kegembiraan semata. Kecenderungan tersebut membuat perayaan Natal sering dikomersialisasi.
"Akibatnya, Natal hanya sekadar seremoni yang lebih menonjolkan kepentingan duniawi, Natal menjadi kehilangan makna. Mari kita kembali merayakan Natal menjadi refleksi tentang besarnya kasih Allah kepada manusia yang memberikan anak-Nya Tuhan Yesus Kristus sebagai juru selamat dunia yang peduli dan penuh kasih," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




