Perayaan Natal di Bengkulu Berlangsung Lancar dan khidmat

Jumat, 25 Desember 2020 | 19:27 WIB
U
B
Penulis: Usmin | Editor: B1
Jemaat Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) menggelar ibadah dan perayaan Natal di GPIB Jemaat
Jemaat Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) menggelar ibadah dan perayaan Natal di GPIB Jemaat "Siloam" DKI Jakarta, pada Jumat (25/12/2020). (Beritasatu.com/Novy Lumanauw)

Bengkulu, Beritasatu.com -  Meski perayaan Natal di Bengkulu pada tahun 2020 ini, sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena dalam suasana pandemi Covid-19, tapi pelaksanaanya berlangsung aman,  lancar, dan khidmat.

Masyarakat Nasrani di Bengkulu sejak Kamis (24/12/2020) hingga Jumat (25/12/2020) melaksanakan ibadah Natal di sejumlah gereja di Kota Bengkulu dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno mengatakan, perayaan Natal di Bengkulu secara umum berlangsung aman, lancar dan hidmat. Umat Nasrani di Bengkulu melaksanalkan ibadah Natal dengan khusuk, aman, dan lancar.

"Kita bersyukur pelaksanaan Natal di Bengkulu berlangsung aman dan lancar. Demikian pula umat Nasrani di daerah ini menjalankan ibadah misa Natal di gereja-gereja berlangsung aman dan khidmat. Kita berharap kondisi seperti terus terjaga di Bengkulu," ujarnya.

Pelaksanaan ibadah Natal di Gereja ST Yones Bengkulu, dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat dan dilaksanakan dua tahap sesuai dengan penerapan protokol kesehatan.

Ketua Dewan Pastoral Paroki, Sarjono, mengatakan, ibadah Natal di gereja ST Yohanes dibagi dua sesi. Untuk sesi pertama dimulai pukul 07.00 WIB, dan sesi kedua pada pukul 08.30 WIB. Setiap sesi diikuti sekitar 300 jemaat.

Sedangkan jumlah jemaat yang hadir pada acara ibadah Natal di gereja ST Yohanes Bengkulu tercatat sebanyak 1.000 orang. "Cuaca di Kota Bengkulu pada hari Natal juga cerah sehingga para jemaat tidak ada halangan datang ke gereja mengikuti ibadah Natal," ujarnya.

Sarjono menambahkan, pelaksanaan ibadah Natal dilaksanakan sesuai protokol kesehatan. Setiap jemaat wajib memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir dan duduk menerapkan jaga jarak.

Selain itu, para jemaat diatur tempat duduk, masuk dan keluar gereja. Hal ini dilakukan agar para jemaat aman dari ancaman terpapar virus corona.

"Kita mengajak semua jamaah untuk senantiasa bersyukur meskipun dalam situasi pandemi, tapi tetap semangat dan menjaga protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, sehingga terhindar dari terpapar virus corona," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon