Paus Minta Vaksin Tersedia untuk Semua

Sabtu, 26 Desember 2020 | 06:31 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Paus Fransiskus berbicara kepada kerumunan dari jendela istana apostolik yang menghadap ke alun-alun Santo Petrus di Vatikan, Minggu (6/12/2020).
Paus Fransiskus berbicara kepada kerumunan dari jendela istana apostolik yang menghadap ke alun-alun Santo Petrus di Vatikan, Minggu (6/12/2020). (AFP/Alberto PIZZOLI)

Vatikan, Beritasatu.com - Paus Fransiskus dalam pesan Natalnya meminta pemimpin negara dan pengusaha untuk memastikan vaksin Covid-19 bisa diakses semua orang. Paus juga mengecam bahaya nasionalisme vaksin dan orang-orang yang tidak mau memakai masker karena merasa itu hak mereka.

Demikian disampaikan Paus dalam khutbah "Urbi et Orbi" pada Jumat (25/12/2020) yang disampaikan dari sebuah gedung di Vatikan, bukan dari balkoni Basilika St. Peter di hadapan ribuan jemaat seperti biasanya.

Pandemi dan dampak sosial ekonominya menjadi perhatian Paus. Beliau juga meminta seluruh dunia bersatu dan membantu negara-negara yang mengalami krisis konflik dan kemanusiaan.

"Saat ini dalam sejarah yang ditandai dengan krisis ekologi dan kesenjangan ekonomi dan sosial yang semakin melebar akibat pandemi virus corona, semakin penting bagi kita untuk melihat sesama sebagai saudara," kata Paus yang didampingi 50 staf Vatikan yang memakai masker.

Paus juga mengecam nasionalisme vaksin yang dikhawatirkan oleh PBB bakal memperparah pandemi jika negara miskin mendapatkan vaksin terakhir.

"Saya mohon kepada semuanya, kepala negara, perusahaan dan organisasi internasional untuk mengedepankan kerja sama, bukan kompetisi, untuk mencari solusi vaksin untuk semua, terutama bagi mereka yang paling rentan dan membutuhkan di muka planet ini," kata dia.

"Yang paling rentan dan membutuhkan harus mendapatkan vaksinasi pertama," tambahnya.

Paus juga mengatakan, "kita tidak boleh menempatkan diri sendiri di atas orang lain, mengutamakan kekuatan pasar dan paten di atas kasih dan kesehatan uymat manusia. Kita tidak boleh membiarkan nasionalisme tertutup menghalangi kita hidup sebagai satu keluarga besar umat manusia".

Paus juga mengkritik orang-orang yang tidak mau memakai masker karena menganggap itu adalah hak mereka. Sifat ini sangat banyak ditemukan di antara warga-warga AS.

"Kita juga tidak bisa membiarkan virus individualisme radikal menang dan membuat kita abai akan penderitaan saudara-saudara kita," kata dia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon