Polri Perpanjang Masa Tugas Satgas Tinombala

Selasa, 29 Desember 2020 | 19:15 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Tinombala berjalan di sekitar perkampungan warga yang menjadi lokasi penyerangan yang diduga dilakukan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Dusun Lewonu, Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa 1 Desember 2020.
Pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Tinombala berjalan di sekitar perkampungan warga yang menjadi lokasi penyerangan yang diduga dilakukan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Dusun Lewonu, Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa 1 Desember 2020. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Polri akan memerpanjang masa tugas Satuan Tugas (Satgas) Tinombala. Perpanjangan masa tugas tersebut dilakukan karena kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Poso, Sulawesi Tengah, masih ada yang belum tertangkap.

"Operasi Tinombala pada 2021 kemungkinan besar akan diperpanjang karena masih adanya 11 target yang belum tertangkap," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (29/12/2020).

Namun demikian, pihaknya belum dapat memastikan durasi masa perpanjangan tugas Satgas Tinombala. Saat ini aparat gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Tinombala masih memburu kelompok MIT.

Dalam memburu kelompok MIT, Satgas Tinombala terkendala kondisi geografis di Poso dan sekitarnya yang masih merupakan hutan belantara.

"Sampai saat ini masih terus dilakukan pengejaran terhadap para DPO (daftar pencarian orang)," katanya.

Sebelumnya tim Densus 88 Antiteror Polri sepanjang tahun 2020 sudah menangkap sebanyak 32 orang terduga teroris yang tergabung dalam kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menuturkan 32 terduga teroris yang ditangkap ini berperan dalam mendukung dana maupun orang-orang yang akan masuk ke wilayah Poso, Sulawesi Tengah.

"Ini yang terkait dengan simpatisan di luar Sulawesi Tengah seperti di Jakarta, Sumatera dan tempat lainnya," ujarnya.

Argo menerangkan bahwa kelompok MIT juga mendapatkan bantuan dari jaringan teroris yang berada di Filipina Selatan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon