Pelabuhan Penyeberangan Bias Munjul Bali Mulai Dibangun
Rabu, 30 Desember 2020 | 08:06 WIB
Klungkung, Beritasatu.com - Pelabuhan penyeberangan Bias Munjul di Pulau Nusa Ceningan, Kabupaten Klungkung, Bali, mulai dibangun.
Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemhub) Budi Setiyadi bersama Gubernur Provinsi Bali I Wayan Koster, Selasa (29/12/2020).
"Pembangunan pelabuhan penyeberangan Bias Munjul merupakan salah satu rencana strategis pembangunan sub sektor Perhubungan Darat yang menunjang pariwisata di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan yang berkembang pesat. Selain itu, pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Bias Munjul direncanakan untuk menyediakan fasilitas transportasi yang memadai untuk distribusi logistik," kata Budi dalam keterangan resminya.
Pembangunan pelabuhan ini menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN dengan nilai kontrak sebesar Rp 97 miliar. Pelaksanaannya direncanakan dalam dua tahap yaitu pada tahun 2020 hingga 2021 dengan konsep mengacu pada ketentuan dalam kontrak tahun jamak (Multi Years Contract).
"Nantinya Pelabuhan Penyeberangan Bias Munjul ini akan melayani angkutan penyeberangan pada Lintas Penyeberangan Bias Munjul–Padang Bai dan juga dapat melayani kapal cepat (fast boat) dari daratan Pulau Bali," jelas Dirjen Budi.
Fasilitas perairan pelabuhan ini terdiri dari dermaga Ro-Ro dengan kapasitas 750 GT dilengkapi dengan movable bridge kapasitas 50 ton serta dilengkapi dengan dermaga fast boat dengan kapasitas sandar 4 kapal.
"Sedangkan untuk fasilitas daratan (5.000 m2) terdiri dari gedung terminal 2 lantai, area parkir tunggu dan area parkir untuk keberangkatan," lanjutnya.
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Provinsi Bali dan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Muiz Thohir mengatakan pelabuhan ini bertujuan untuk memperlancar mobilisasi.
"Serta distribusi kebutuhan pokok, kendaraan maupun orang serta memperlancar pelaksanaan program pemerintah di wilayah tersebut," kata Muiz.
Menurutnya, dampak peningkatan aksesibilitas transportasi adalah peningkatan kinerja ekonomi di kawasan yang terhubungkan oleh transportasi tersebut.
Pembangunan pelabuhan ini juga menuai apresiasi Gubernur I Wayan Koster. Ia mengatakan keberadaan pelabuhan penyeberangan Bias Munjul dapat mendukung perkembangan industri pariwisata di Bali.
"Saya melihat ini bisa menjadi potensi untuk meningkatkan wisata mengingat Nusa Penida semakin mendapat perhatian masyarakat lokal dan luar Bali," katanya.
"Harapan kami, dengan adanya pembangunan infrastruktur di wilayah Provinsi Bali nantinya akan mendukung pertumbuhan perekonomian daerah secara maksimal dengan melibatkan partisipasi semua pihak yang tentunya dapat memberikan manfaat yang besar khususnya terhadap masyarakat di Provinsi Bali," tutup I Wayan Koster.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




