Foke Bantah Pasar Kumuh, Jokowi Ingin Perbesar APBD untuk Pasar

Jumat, 14 September 2012 | 21:55 WIB
RW
B
Calon Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (kiri) didampingi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Nachrowi Ramli (kedua kiri) dan Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kedua kanan) dan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kanan) ketika mengikuti Debat Kandidat Pemilu Cagub dan Cawagub DKI Jakarta putaran kedua di Jakarta, Jumat (14/9). Debat Kandidat yang menghadirkan dua pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur tersebut untuk mempertajam visi dan misi pasangan calon pada Pemilukada DKI Jakarta. FOTO ANTARA/M Agung Rajasa/mes/12
Calon Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (kiri) didampingi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Nachrowi Ramli (kedua kiri) dan Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kedua kanan) dan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kanan) ketika mengikuti Debat Kandidat Pemilu Cagub dan Cawagub DKI Jakarta putaran kedua di Jakarta, Jumat (14/9). Debat Kandidat yang menghadirkan dua pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur tersebut untuk mempertajam visi dan misi pasangan calon pada Pemilukada DKI Jakarta. FOTO ANTARA/M Agung Rajasa/mes/12 (Antara)
Calon Gubernur (cagub) petahana DKI Jakarta Fauzi Bowo, menolak tudingan yang mengatakan seluruh pasar yang terdapat di Jakarta adalah pasar yang kumuh sehingga wajib dilakukan revitalisasi pasar.

"Tidak benar itu semua pasar di Jakarta itu kumuh. Coba jalan-jalan lagi  ke pasar, mungkin belum semua pasar sudah dikunjungi," kata Foke, sapaan  akrab Fauzi Bowo, memberikan sindiran kepada penantangnya, Joko Widodo,  dalam Debat Cagub di Hotel Gran Melia, Jakarta, Jumat (14/9) malam.

Seperti diketahui, Jokowi acapkali mengatakan akan melakukan revitalisasi pasar apabila dirinya terpilih menjadi Gubernur DKI periode 2012-2017 mendatang. Tujuannya menurutnya adalah untuk memberikan kenyamanan bagi  pedagang-pedagang di dalamnya.

Menurut Foke pula, sebagian pasar di Jakarta telah memiliki kondisi yang  nyaman, karena adanya mitra yang baik antara PD Pasar Jaya dengan Koperasi Jasa Keuangan (KJK) yang memberikan peluang modal yang lebih besar bagi para pedagang.

"Ini merupakan tindak lanjut yang sudah kami awali lima tahun lalu.  Berawal dari pemerataan keuntungan atau pro-gross, lalu berpihak kepada  yang miskin atau pro-poor, dan terakhir tentunya pro-environment," papar Foke.

Sementara itu, Cagub Joko Widodo alias Jokowi, menilai pasar sebagai salah satu pendonor pembangunan ekonomi kota. Menurutnya, diperlukan adanya injeksi APBD yang lebih besar, di mana peruntukan untuk kegiatan ekonomi 50% adalah untuk pasar.

"Agar pasar tidak bersaing dengan supermarket, manajemen di dalamnya harus  dibenahi. Konsorsium, memberikan kemudahan mendapatkan barang, membeli  dalam jumlah besar dan harga murah. Dan ini bisa diterapkan di Jakarta,"  tukas Jokowi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon