Subterminal Bakal Percantik Kawasan Wisata Dieng

Senin, 17 September 2012 | 14:51 WIB
AH
WP
Penulis: Antara/Feriawan Hidayat | Editor: WBP
Sejumlah warga menyaksikan ritual potong rambut gembel di komplek candi Arjuna kawasan dataran tinggi Dieng, Desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jateng. Ritual potong rambut gembel yang dilaksanakan dalam rangka Dieng Culture Festival oleh Dinas Pariwisata kabupaten Banjarnegara.
Sejumlah warga menyaksikan ritual potong rambut gembel di komplek candi Arjuna kawasan dataran tinggi Dieng, Desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jateng. Ritual potong rambut gembel yang dilaksanakan dalam rangka Dieng Culture Festival oleh Dinas Pariwisata kabupaten Banjarnegara. (Antara/Anis Efizudin.)
Tempat tersebut akan digunakan untuk menampung kendaraan wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan shuttle.

Kawasan wisata di Dataran Tinggi Dieng membutuhkan subterminal dan lahan parkir yang luas guna menampung kendaraan wisatawan saat musim liburan, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Banjarnegara Suyatno.

"Akhir pekan kemarin, saya datang ke BP3 (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala) Jawa Tengah untuk menyampaikan usulan perluasan lahan parkir di sekitar Pendopo Soeharto-Whitlam yang berdekatan dengan Kompleks Candi Arjuna," kata Suyatno di Banjarnegara, Senin.

Selain perluasan lahan parkir, kata dia, pihaknya juga mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan BP3 Jateng untuk membangun subterminal di pertigaan Aswatama, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, yang berbatasan dengan Kabupaten Wonosobo.

Menurut dia, usulan tersebut diajukan karena lahan parkir yang ada saat ini tidak lagi mampu menampung kendaraan wisatawan yang selalu membludak saat musim liburan.

Dia mencontohkan banyaknya wisatawan yang terpaksa pulang dan tidak melanjutkan rencana kunjungannya di kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng seperti Kompleks Candi Arjuna dan Kawah Sikidang karena kendaraannya tidak bisa masuk ke lokasi saat libur Lebaran silam.

Bahkan, kata dia, sejumlah wisatawan secara langsung mengeluhkan kondisi tersebut kepadanya.

"Ada wisatawan dari Sumatra yang mengaku telah dua kali datang ke Dieng setiap libur Lebaran. Dia mengatakan jika kondisi Dieng tetap seperti ini terus, akan banyak wisatawan yang kecewa," katanya.

Menurut dia, keluhan yang sama juga disampaikan seorang wisatawan dari Bandung, Jawa Barat.

Akan tetapi, kata dia, BP3 Jateng tampaknya kurang merespon usulan perluasan lahan parkir dengan alasan masih banyak batu purbakala yang terpendam di sekitar pendopo.

"Padahal, saya hanya usulkan agar lahan di belakang pendopo dapat digunakan sebagai areal parkir tanpa didirikan bangunan, sehingga nantinya kalau dibutuhkan untuk penggalian tetap dapat digali tanpa harus membongkar bangunan," katanya.

Sementara mengenai pembangunan subterminal di pertigaan Aswatama, kata dia, tempat itu akan digunakan untuk menampung kendaraan wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata menggunakan "shuttle".

"Ini (shuttle) dapat berupa delman atau kendaraan wisata lainnya yang didesain sedemikian rupa sehingga mempunyai bentuk dan ciri khas lokal yang kuat," katanya.

Dengan demikian, kata dia, keberadaan "shuttle" ini dapat meningkatkan pendapatan daerah dan meningkatkan keterlibatan warga sekitar objek wisata.

Terkait jumlah kunjungan wisata ke Dataran Tinggi Dieng, Suyatno mengatakan, hal itu menunjukkan grafik peningkatan sejak beberapa tahun terakhir.

"Bahkan menurut para pelaku wisata di Dieng, peningkatan kunjungan wisata tahun ini hampir mendekati kondisi 11 tahun silam," katanya.

Selain itu, kata dia, warga sekitar kawasan wisata Dieng banyak yang terlibat dalam kegiatan kepariwisataan selama libur Lebaran 2012.

"Selama libur Lebaran kemarin, masyarakat benar-benar tidak ada yang menganggur karena memanfaatkan momentum tersebut untuk menambah penghasilan menjadi pemandu wisata, berjualan, atau kegiatan lainnya. Bahkan, berbagai produk khas Dataran Tinggi Dieng habis terjual selama libur Lebaran sehingga beberapa produsen terpaksa menarik kembali produknya yang telah didistribusikan di Banjarnegara dan Wonosobo guna melayani permintaan wisatawan," katanya.

Bahkan, kata dia, pendapatan yang diperoleh dari kunjungan wisatawan ke kawasan wisata di Dataran Tinggi Dieng selama libur Lebaran 2012 melampaui target.

"Target kami minimal sama seperti tahun lalu, yakni sebesar Rp391 juta. Namun tahun ini mencapai Rp556,87 juta atau meningkat sekitar 75 persen," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon