Rilis M-Gold, Metland Incar Pendapatan Rp 350 Miliar

Selasa, 18 September 2012 | 20:58 WIB
I
WP
Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk ( Ir, Nandya Widya) Direktur Pengembangan Usaha PT  Metropolitan Land Tbk (Anhar Sudradjat), Sekretaris Perusahaan PT Metropolitan Land Tbk (Olivia Surodjo) pada peluncuran M-Gold Tower di Jakarta (Senin 17/9). PT. Metroploitan Land Tbk meluncurkan pembangunan menara Perkantoran dan Apartemen M-Gold Tower, suatu kawasan terpadu perkantoran yang akan menjadi bangunan terintegrasi pertama di Kota Bekasi.
Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk ( Ir, Nandya Widya) Direktur Pengembangan Usaha PT Metropolitan Land Tbk (Anhar Sudradjat), Sekretaris Perusahaan PT Metropolitan Land Tbk (Olivia Surodjo) pada peluncuran M-Gold Tower di Jakarta (Senin 17/9). PT. Metroploitan Land Tbk meluncurkan pembangunan menara Perkantoran dan Apartemen M-Gold Tower, suatu kawasan terpadu perkantoran yang akan menjadi bangunan terintegrasi pertama di Kota Bekasi. (PT Metropolitan Land Tbk)
Investasi proyek yang akan dibangun selama 18 bulan ini diperkirakan sebesar Rp 200 miliar.

Pengembang properti PT Metropolitan Land Tbk (Metland) membidik pendapatan sebesar Rp300-350 miliar dari proyek perkantoran dan apartemen M Gold yang baru dirilis.

Proyek yang dibangun di Bekasi dengan investasi Rp200 miliar tersebut diharapkan dapat beroperasi pada 2014.

Presiden Direktur Metland Nanda Widya mengungkapkan, proyek ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan ruang kantor sejumlah perusahaan yang beroperasi di kawasan industri di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Pertumbuhan ruang kantor tersebut tentunya diimbangi dengan peningkatan permintaan tempat tinggal.

"Maka dari itu, kami luncurkan proyek ini sebagai pelopor apartemen dan ruang kantor kelas menengah atas ini. Kami harap jadi icon baru di Bekasi," ungkap dia di Jakarta, Senin (17/9).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Bisnis Metland Anhar Sudrajat mengungkapkan, proyek superblok di wilayah penyangga Jakarta belum ada.

Proyek seperti itu sejatinya dapat mengurangi kemacetan di Jakarta dan sekitarnya karena mendekatkan tempat bekerja dengan tempat tinggal. Konsep ini juga beda dengan small office home office (SOHO) ataupun gedung perkantoran dan apartemen yang menjadi satu.

"Kami bangun dua menara berbeda, tapi berdekatan sehingga ada privasi untuk penghuni apartemen," terang dia.

Proyek M Gold Tower, sambungnya, berada di dekat pintu tol Bekasi Barat dan akan berdiri dua menara di atas lahan seluas 4.132 meter persegi (m2) dengan total luas bangunan mencapai 38.000 m2. Adapun investasi proyek yang akan dibangun selama 18 bulan ini diperkirakan sebesar Rp 200 miliar.

Menara pertama berupa  bangunan apartemen setinggi 12 lantai terdiri atas 140 unit yang memiliki tipe satu dan dua kamar tidur berukuran 33-80 m2. Adapun harga yang ditawarkan mulai dari Rp 18 juta per m2.

Sedangkan gedung perkantoran berkualitas B+ setinggi 14 lantai dengan luas area yang dijual secara strata ini sebesar 15.621 m2. Harga yang ditawarkan sebanyak Rp 19 juta per m2.

Target utama penjualan perkantoran dan apartemen ini adalah perusahaan asing di kawasan industri Karawang, Cikarang, Cibitung, dan sekitarnya.

"Hingga akhir tahun target penjualan Rp 70 miliar, sedangkan target dua proyek ini Rp 300-350 miliar," papar Anhar.

Nanda sendiri berharap, proyek apartemen dan perkantoran ini dapat meningkatkan pendapatan berulang (recurring income) dari 20-30% apartemen yang disimpan perusahaan serta pengelolaan pusat belanja dan penambahan jaringan 20 hotel @Hom dan Horison. Saat ini komposisi pendapatan perusahaan sebesar 70% disumbang oleh penjualan residensial.

"Kalau sudah 50:50, perusahaan kami sehat dan stabil," ujar dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon