Penambangan Liar Ganggu Kegiatan Belajar Mengajar
Senin, 24 September 2012 | 11:15 WIB
Para siswa dan guru setempat dihantui perasaan takut dan khawatir karena aktivitas para penambang liar tersebut akan mengancam keselamatan para siswa
[LEBAK] Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Cikotok, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak terganggu oleh aktivitas penambangan emas liar atau penambangan emas tanpa izin (Peti) yang dilakukan para penambang liar (gurandil) di area sekolah. Padahal pada tahun 2009 lalu pihak Polda Banten sudah memasang garis polisi (police line) daerah tersebut.
Para siswa dan guru setempat dihantui perasaan takut dan khawatir karena aktivitas para penambang liar tersebut akan mengancam keselamatan para siswa. Sebab bukan tidak mungkin, jika aktivitas para gurandil dibiarkan, Gedung SDN I Cikotok bisa terancam ambruk.
Salah seorang guru di SD Negeri 1 Cikotok yang meminta agar namanya tidak ditulis, kepada wartawan mengatakan, aksi para gurandil yang melakukan aktivitas penambangan emas di sekitar lokasi sekolah bahkan tepat berada di bawah sekolah tersebut telah berlangsung sekitar dua bulan lalu di saat liburan seklolah. “Aktivitas para gurandil sempat dihentikan dan ditutup oleh pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak. Namun sekarang para gurandil kembali melakukan aktivitasnya di area sekolah tempat kami melakukan KBM,” ujar guru tersebut, Minggu (23/9).
Menurutnya, aksi para gurandil ini dilakukan seusai jam sekolah. Pada saat situasi sepi itulah para gurandil nekat menjebol penutup lubang permanen galian emas yang dipasang pihak terkait di Pemkab Lebak.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Cibeber, didampingi Kepsek SDN 1 Cikotok, Endi membenarkan bahwa para siswa dan guru mengkhawatirkan jika aktivitas gurandil di lokasi itu tidak segera dihentikan akan mengancam ambruknya bangunan sekolah.
“Lubang galian para penambang persis berada di bawah bangunan sekolah. Kami juga mengkhawatirkan akan ancaman ambruknya bangunan sekolah jika aktivitas gurandil di bawah bangunan sekolah tidak dihentikan dengan segera,” katanya.
Menanggapi hal itu, Camat Cibeber, Pardi menyatakan, pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan secepatnya melakukan koordinasi dengan jajaran Muspika dalam hal ini Polsek dan Koramil Cibeber serta pihak-pihak terkait lainnya.
“Kami akan segera menindaklanjuti keluhan para orang tua murid di sekolah tersebut. Untuk tindak lanjutnya seperti apa nanti setelah kami melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” tegasnya.
[LEBAK] Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Cikotok, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak terganggu oleh aktivitas penambangan emas liar atau penambangan emas tanpa izin (Peti) yang dilakukan para penambang liar (gurandil) di area sekolah. Padahal pada tahun 2009 lalu pihak Polda Banten sudah memasang garis polisi (police line) daerah tersebut.
Para siswa dan guru setempat dihantui perasaan takut dan khawatir karena aktivitas para penambang liar tersebut akan mengancam keselamatan para siswa. Sebab bukan tidak mungkin, jika aktivitas para gurandil dibiarkan, Gedung SDN I Cikotok bisa terancam ambruk.
Salah seorang guru di SD Negeri 1 Cikotok yang meminta agar namanya tidak ditulis, kepada wartawan mengatakan, aksi para gurandil yang melakukan aktivitas penambangan emas di sekitar lokasi sekolah bahkan tepat berada di bawah sekolah tersebut telah berlangsung sekitar dua bulan lalu di saat liburan seklolah. “Aktivitas para gurandil sempat dihentikan dan ditutup oleh pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak. Namun sekarang para gurandil kembali melakukan aktivitasnya di area sekolah tempat kami melakukan KBM,” ujar guru tersebut, Minggu (23/9).
Menurutnya, aksi para gurandil ini dilakukan seusai jam sekolah. Pada saat situasi sepi itulah para gurandil nekat menjebol penutup lubang permanen galian emas yang dipasang pihak terkait di Pemkab Lebak.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Cibeber, didampingi Kepsek SDN 1 Cikotok, Endi membenarkan bahwa para siswa dan guru mengkhawatirkan jika aktivitas gurandil di lokasi itu tidak segera dihentikan akan mengancam ambruknya bangunan sekolah.
“Lubang galian para penambang persis berada di bawah bangunan sekolah. Kami juga mengkhawatirkan akan ancaman ambruknya bangunan sekolah jika aktivitas gurandil di bawah bangunan sekolah tidak dihentikan dengan segera,” katanya.
Menanggapi hal itu, Camat Cibeber, Pardi menyatakan, pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan secepatnya melakukan koordinasi dengan jajaran Muspika dalam hal ini Polsek dan Koramil Cibeber serta pihak-pihak terkait lainnya.
“Kami akan segera menindaklanjuti keluhan para orang tua murid di sekolah tersebut. Untuk tindak lanjutnya seperti apa nanti setelah kami melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




