Cita Tenun Indonesia Dianugerahi Penghargaan oleh F4D

Kamis, 27 September 2012 | 11:22 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Ketua Cita Tenun Indonesia, Okke Hatta Rajasa (kanan) dan Martha Stewart (kiri) saat pemberian penghargaan F4D kepada CTI di New York, Rabu (26/9).
Ketua Cita Tenun Indonesia, Okke Hatta Rajasa (kanan) dan Martha Stewart (kiri) saat pemberian penghargaan F4D kepada CTI di New York, Rabu (26/9). (CTI)
Menyeimbangkan keperluan pendekatan modern dan tetap menjaga status tekstil sebagai warisan nasional.

Fashion 4 Development (F4D) menganugerahkan penghargaan kepada Cita Tenun Indonesia (CTI) atas upaya melestarikan dan memperkaya tenun Indonesia. Penghargaan diberikan kepada Ketua CTI, Okke Hatta Rajasa di acara First Ladies & Fashion 4 Development Annual Luncheon, Rabu (26/9) di The Pierre Hotel, New York City, AS.

“Kami perhatikan, Indonesia mempunyai budaya dan tradisi tekstil yang kaya, seperti tenun ikat, di antara yang lain. Tenun telah mendapat pengakuan internasional dan diadaptasi oleh agensi fashion di berbagai daerah di dunia. Kami memberi salut atas kerja keras CTI sebagai perwakilan Indonesia dalam menyeimbangkan keperluan pendekatan modern walau tetap menjaga status tekstil sebagai warisan nasional,” kata Coumba Toure, Presiden Advanced Development for Africa (ADA) Foundation & Co-Chair of F4D, dalam siaran pers, Rabu (26/9).

F4D adalah inisiatif swasta global yang didukung oleh UNESCO untuk menggunakan kekuatan industri fashion serta kecantikan melalui 4E: Educate, Empower, Enhance, and Enrich (Mendidik, Melestarikan, Meningkatkan, dan Memperkaya).

Berdiri sejak 28 Agustus 2008, CTI mewadahi pecinta-pecinta tenun yang berkeinginan melestarikan tenun nusantara sebagai warisan budaya dan bermisi memperkaya tenun Indonesia melalui pelatihan dan pengembangan perajin, serta pemasaran tenun dalam negeri dan mancanegara.

“Suatu yang berharga dapat menerima penghargaan dari Fashion 4 Development dan ADA ini. Ini adalah yang pertama untuk CTI. Saya harap dengan kesempatan ini, saya dapat pulang dan membuka peluang bagi industri fashion tenun tradisional di Indonesia yang juga diharapkan untuk meningkatkan ekonomi Indonesia” ucap Ibu Okke Hatta Rajasa dalam sambutannya.

Sejak didirikan, CTI telah melangsungkan beragam program pelatihan dan pengembangan masyarakat perajin tenun untuk mengembangkan keterampilan penenun dan menghasilkan tenunan yg berkualitas supaya bisa memenuhi selera pasar modern tanpa meninggalkan motif khas daerah setempat. Harapannya, hal ini akan berujung pada perkembangan pendapatan dan kesejahteraan perajin.

Hingga kini, program pelatihan dan pengembangan ini telah dilakukan CTI di tujuh daerah binaan bekerjasama dengan mitra-mitra perusahaan. Daerah-daerah yang dikembangkan adalah; Bali, Sambas-Kalbar, Lombok-NTB, Garut dan Majalaya, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, serta Banten.

Kesuksesan CTI dalam melestarikan eksistensi tenun dan menyediakan wadah bagi para perajin tenun di Indonesia berujung pada pemasaran tenun di pasar lokal dan global melalu ajang seperti Pret a Porter Paris dan beberapa acara fashion di London, Washington DC, Tokyo, Cina, Belanda, dan Italia.

Dalam acara pemberian penghargaan, dua perancang busana mitra CTI, Sebastian Gunawan dan Priyo Oktaviano turut menampilkan karya desain tenunnya. Kedua desainer masing-masing mewakili daerah binaan tenun mereka, Sebastian untuk Garut dan Priyo untuk Bali.

Okke Hatta Rajasa juga berkesempatan bertemu perwakilan dari beberapa department store terkemuka di Amerika Serikat, seperti Neiman Marcus, Bergdorf Goodman, Saks Fifth Avenue, dan Harvey Nichols.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon