Polisi Umumkan Identitas Korban Tabrakan di Selat Sunda
Kamis, 27 September 2012 | 16:46 WIB
Jumlah korban tewas tujuh orang bukan delapan.
Mabes Polri meralat jumlah korban tewas dalam tabrakan antara kapal feri Bahuga Jaya (BJ) dengan kapal Tanker Norgas Cathinka (NG) berbendera Singapura di Selat Sunda, Rabu (26/9) pukul 04.40 WIB.
Jumlah korban tewas bukan delapan orang, tapi tujuh orang.
"Telah terjadi duplikasi. Jadi ada satu korban yang dihitung dua kali. Itu karena ada jenazah yang dibawah ke Pelabuhan Bakaheuni, Lampung dan ada yang ke Pelabuhan Merak, Banten" kata Kabag Penum Kombes Agus Rianto di Mabes Polri Kamis (27/9).
Identitas korban yang dibawa ke Lampung adalah Anak Najwa (9 tahun) asal Cimanggis, Depok; Salam Priono (64 tahun) ABK asal Serang, Banten; Ny Imas (45 tahun) asal Lampung Tengah; Ruslani (68 tahun) asal OKI, Sumatera Selatan; Ny Darmia (60 tahun) asal OKI, Sumatera Selatan; dan Maryono (36 tahun) asal Simpang Sender Ranau, Sumatera Selatan.
Lalu yang dibawa ke Merak adalah Tri Nuraini (37 tahun) asal Pamulang, Banten.
Sedangkan korban yang selamat ada 97 penumpang dibawa ke Lampung dan 75 penumpang dibawa ke Merak. Juga ada 39 Anak Buah Kapal (ABK) yang selamat.
Seperti diberitakan peristiwa ini bermula saat BJ berangkat dari dermaga 2 Merak sekitar pukul 03.08 WIB dengan dinakodai Sahat Marulitua Manurung dan juru mudi Imam Syafii.
Setelah berlayar 1,5 jam atau sekitar pukul 04.40 WIB, kapal BJ melintas di sekitar Pulau Sangiang. Di sini kapal BJ bertemu dengan kapal tanker NG yang selatan. Kapal NG dari Samudera Indonesia menuju utara, ke Laut Jawa.
Kapal BJ berusaha menghindari kapal NG dengan memutar haluan ke arah kiri untuk memberi jalan ke kapal NG. Namun kapal NG memutar haluan ke kanan mungkin dengan tujuan memberi jalan kepada kapal BJ.
Terlambat. kapal NG yang berbendera Norwegia dan bertolak dari Afrika Selatan menuju Singapura menabrak lambung kanan kapal BJ. Setelah tabrakan kapal BJ mengalami kemiringan ke arah kiri cukup kuat hingga lebih 10 derajat dan semakin lama bertambah miring karena muatan kapal yakni 78 kendaraan bergeser semua ke lambung kiri.
Sehingga, dalam waktu 30-40 menit, kapal BJ tenggelam. Sedangkan kapal NG yang memuat asitelin liquid rusak berat.
"Kita belum menentukan ada atau tidaknya tersangka. Kita masih berkoordinasi dengan Departemen Perhubungan dan KNKT. Masih perlu penyelidikan lebih lanjut. Kita mengutamakan penyelamatan korban dan mengevakuasi bangkai kapal fery untuk mengetahui kemungkinan ada korban lain," kata Agus.
Mabes Polri meralat jumlah korban tewas dalam tabrakan antara kapal feri Bahuga Jaya (BJ) dengan kapal Tanker Norgas Cathinka (NG) berbendera Singapura di Selat Sunda, Rabu (26/9) pukul 04.40 WIB.
Jumlah korban tewas bukan delapan orang, tapi tujuh orang.
"Telah terjadi duplikasi. Jadi ada satu korban yang dihitung dua kali. Itu karena ada jenazah yang dibawah ke Pelabuhan Bakaheuni, Lampung dan ada yang ke Pelabuhan Merak, Banten" kata Kabag Penum Kombes Agus Rianto di Mabes Polri Kamis (27/9).
Identitas korban yang dibawa ke Lampung adalah Anak Najwa (9 tahun) asal Cimanggis, Depok; Salam Priono (64 tahun) ABK asal Serang, Banten; Ny Imas (45 tahun) asal Lampung Tengah; Ruslani (68 tahun) asal OKI, Sumatera Selatan; Ny Darmia (60 tahun) asal OKI, Sumatera Selatan; dan Maryono (36 tahun) asal Simpang Sender Ranau, Sumatera Selatan.
Lalu yang dibawa ke Merak adalah Tri Nuraini (37 tahun) asal Pamulang, Banten.
Sedangkan korban yang selamat ada 97 penumpang dibawa ke Lampung dan 75 penumpang dibawa ke Merak. Juga ada 39 Anak Buah Kapal (ABK) yang selamat.
Seperti diberitakan peristiwa ini bermula saat BJ berangkat dari dermaga 2 Merak sekitar pukul 03.08 WIB dengan dinakodai Sahat Marulitua Manurung dan juru mudi Imam Syafii.
Setelah berlayar 1,5 jam atau sekitar pukul 04.40 WIB, kapal BJ melintas di sekitar Pulau Sangiang. Di sini kapal BJ bertemu dengan kapal tanker NG yang selatan. Kapal NG dari Samudera Indonesia menuju utara, ke Laut Jawa.
Kapal BJ berusaha menghindari kapal NG dengan memutar haluan ke arah kiri untuk memberi jalan ke kapal NG. Namun kapal NG memutar haluan ke kanan mungkin dengan tujuan memberi jalan kepada kapal BJ.
Terlambat. kapal NG yang berbendera Norwegia dan bertolak dari Afrika Selatan menuju Singapura menabrak lambung kanan kapal BJ. Setelah tabrakan kapal BJ mengalami kemiringan ke arah kiri cukup kuat hingga lebih 10 derajat dan semakin lama bertambah miring karena muatan kapal yakni 78 kendaraan bergeser semua ke lambung kiri.
Sehingga, dalam waktu 30-40 menit, kapal BJ tenggelam. Sedangkan kapal NG yang memuat asitelin liquid rusak berat.
"Kita belum menentukan ada atau tidaknya tersangka. Kita masih berkoordinasi dengan Departemen Perhubungan dan KNKT. Masih perlu penyelidikan lebih lanjut. Kita mengutamakan penyelamatan korban dan mengevakuasi bangkai kapal fery untuk mengetahui kemungkinan ada korban lain," kata Agus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




