Denisov Jadi Rebutan MU, ManCity, Liverpool dan Arsenal
Kamis, 27 September 2012 | 22:43 WIB
Hanya soal waktu saja menunggu kepindahan Denisov dari Zenit.
Bintang Timnas Rusia di Euro 2012, Igor Denisov dipaksa bermain bersama tim muda Zenit St Petersburg setelah mengecam struktur gaji yang diterapkan klub.
Merasa kebijakan mereka soal gaji telah digugat oleh Igor Denisov, manajemen klub memutuskan untuk memaksanya bermain bersama tim muda Zenit St Petersburg.
Denisov yang juga berstatus sebagai kapten Timnas Rusia itu sebelumnya mengecam kebijakan Zenit yang mengeluarkan gaji begitu besar bagi pemain bintang mereka.
Zenit sendiri sudah mengucurkan dana £72 juta untuk memboyong dua pemain bintang Hulk dan Axel Witsel dalam bursa transfer musim panas lalu. Menurut Denisov gaji yang diterima Hulk dan Witsel sangat tidak masuk akal jika dibandingkan pemain lainnya.
Bahkan menurut Denisov gaji yang diterima Hulk dan Witsel hingga tiga kali lipat pemain Zenit dan hal itu tidak bisa diterimanya.
"Aku bisa memahaminya jika kami mendapatkan (Lionel) Messi atau (Andres) Iniesta, yang pantas didapatkan dengan harga berapapun. Ya, kami mendapatkan pemain bagus yang bisa membantu mengangkat prestasi Zenit. Tapi apakah mereka jauh lebih jauh dibandingkan pemain lain sehingga layak mendapatkan gaji lebih bagus tiga kali lipat?" ungkap Denisov kepada harian olah raga Rusia Sport-Express.
Karena melontarkan protes itu Denisov bersama Alexander Kerzhakov yang juga menyatakan protes mereka langsung dikirim ke tim muda Zenit.
Kondisi gelandang bertahan berumur 28 tahun itu sontak membuat klub papan atas Premier League bersiaga. Manchester United, Manchester City, Liverpool serta Arsenal diberitakan terus memantau kondisi Denisov di Zenit.
Hanya soal waktu saja menunggu kepindahan Denisov dari Zenit. Jika kondisinya tak membaik, maka bursa transfer tengah musim, Januari nanti menjadi waktu yang pas bagi pemain yang sudah membela Timnas Rusia dalam 32 laga itu untuk berganti klub.
Bintang Timnas Rusia di Euro 2012, Igor Denisov dipaksa bermain bersama tim muda Zenit St Petersburg setelah mengecam struktur gaji yang diterapkan klub.
Merasa kebijakan mereka soal gaji telah digugat oleh Igor Denisov, manajemen klub memutuskan untuk memaksanya bermain bersama tim muda Zenit St Petersburg.
Denisov yang juga berstatus sebagai kapten Timnas Rusia itu sebelumnya mengecam kebijakan Zenit yang mengeluarkan gaji begitu besar bagi pemain bintang mereka.
Zenit sendiri sudah mengucurkan dana £72 juta untuk memboyong dua pemain bintang Hulk dan Axel Witsel dalam bursa transfer musim panas lalu. Menurut Denisov gaji yang diterima Hulk dan Witsel sangat tidak masuk akal jika dibandingkan pemain lainnya.
Bahkan menurut Denisov gaji yang diterima Hulk dan Witsel hingga tiga kali lipat pemain Zenit dan hal itu tidak bisa diterimanya.
"Aku bisa memahaminya jika kami mendapatkan (Lionel) Messi atau (Andres) Iniesta, yang pantas didapatkan dengan harga berapapun. Ya, kami mendapatkan pemain bagus yang bisa membantu mengangkat prestasi Zenit. Tapi apakah mereka jauh lebih jauh dibandingkan pemain lain sehingga layak mendapatkan gaji lebih bagus tiga kali lipat?" ungkap Denisov kepada harian olah raga Rusia Sport-Express.
Karena melontarkan protes itu Denisov bersama Alexander Kerzhakov yang juga menyatakan protes mereka langsung dikirim ke tim muda Zenit.
Kondisi gelandang bertahan berumur 28 tahun itu sontak membuat klub papan atas Premier League bersiaga. Manchester United, Manchester City, Liverpool serta Arsenal diberitakan terus memantau kondisi Denisov di Zenit.
Hanya soal waktu saja menunggu kepindahan Denisov dari Zenit. Jika kondisinya tak membaik, maka bursa transfer tengah musim, Januari nanti menjadi waktu yang pas bagi pemain yang sudah membela Timnas Rusia dalam 32 laga itu untuk berganti klub.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




