KNKT belum Bisa Periksa Nahkoda KM Bahuga dan MT Norgas

Kamis, 27 September 2012 | 22:48 WIB
SW
B
Tim SAR dari Basarnas menemukan sebuah sekoci di sekitar titik Perairan Selat Sunda, Kamis (27/9). Tim SAR hanya menemukan tiga buah sekoci tanpa penumpang dan jaket pelampung dalam pencarian korban tenggelamnya KMP Bahuga Jaya. FOTO ANTARA/Kristian Ali/ss/nz/12
Tim SAR dari Basarnas menemukan sebuah sekoci di sekitar titik Perairan Selat Sunda, Kamis (27/9). Tim SAR hanya menemukan tiga buah sekoci tanpa penumpang dan jaket pelampung dalam pencarian korban tenggelamnya KMP Bahuga Jaya. FOTO ANTARA/Kristian Ali/ss/nz/12 (Antara)
Masing-masing nakhoda masih stres dan sakit pascatubrukan di Selat Sunda.

Tim dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai menyelidiki penyebab tabrakan Kapal Bahuga Jaya dengan kapal tanker MT Norgas Chatinka  yang terjadi Rabu (26/9) sehingga menyebabkan 7 orang tewas, satu kritis, dan 206 lainnya selamat.

Ketua KNKT Tatang Kurnadi mengatakan pihaknya telah menurunkan tim investigasi untuk meneliti penyebab kecelakaan.

Menurutnya, tim tersebut berjumlah lima orang dan dipimpin langsung oleh Kepala Sub-Komite Laut KNKT Hermanu.

Tatang menjelaskan, KNKT belum bisa memastikan penyebab tabrakan kapal tersebut. Sebab, saat ini, petugas belum bisa memeriksa nakhoda karena baik nahkoda KMP Bahuga Jaya maupun nakhoda kapal tanker MT Norgas Chantika mengalami stres dan sakit.

"Kami akan mengumpulkan data-data dan informasi dari nakhoda kedua kapal yang saat ini sudah diamankan," ujar Tatang di Merak, Kamis (27/9).

Tatang menyatakan, berdasarkan informasi yang didapat KNKT, kapal tanker berbendera Singapura tersebut menabrak lambung bagian kanan KMP Bahuga Jaya yang membawa ratusan penumpang dan kendaraan.

"Kami akan melakukan investigasi secepatnya untuk mengetahui secara pasti kecelakaan tersebut. Kami mempunyai waktu selama 12 bulan untuk mengetahui penyebab tabrakan. Sebab tabrakan kapal tersebut melibatkan kapal asing, sehingga perlu kehati-hatian," katanya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan EE Mangindan mengatakan, berdasarkan keterangan tim dokter para korban yang masih dirawat di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon kondisnya tidak terlalu parah. Mangindaan meminta petugas Jasa Raharja segera menyelesaikan santunan terhadap korban.

"Saya mendapat laporan dari tim dokter di RSKM Cilegon bahwa korban yang dirawat di sana, hanya mengalami sok dan  trauma. Ada sebagian perutnya kembung karena kebanyakan minum air laut yang sudah tercampur solar dan yang terbentur. Semoga semuanya lekas pulih sehingga bisa pulang ke keluarga mereka masing-masing," ujar Mangidaan di sela-sela peninjauan ke Pelabuhan Merak, Kamis (27/9).

Kepala Kantor Administrator Pelabuhan (Adpel) Banten Capten Baptis Sugiarto mengatakan, nahkoda kapal KMP Bahuga Jaya dan nahkoda kapal tanker MT Norgas Chantika, hingga kini belum bisa dimintai keterangan atau diperiksa karena kondisinya masih stres dan sakit.

"Kami tidak mungkin memerika mereka dalam kondisi belum sehat. Kita tunggu saja sampai mereka benar-benar pulih sehingga pemeriksaan bisa berjalan lancar," ujar Sugiarto.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon