Presiden Instruksikan Investigasi Kecelakaan KMP Bahuga Jaya
Sabtu, 29 September 2012 | 11:32 WIB
Presiden meminta secepatnya dilakukan investigasi dan langkah-langkah hukum untuk mengungkap penyebab terjadinya kecelakaan.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan Menteri Perhubungan E.E Mangindaan melakukan berbagai upaya menemukan korban hilang pasca tenggelamnya KMP Bahuga Jaya.
Kapal yang melayani pelayaran Merak-Bakauheni ditabrak sebuah kapal berbendera Singapura.
“Saya ingin hukum ditegakkan, kompensasi diberikan, dan segala sesuatunya harus dapat diselesaikan seadil-adilnya,” kata Kepala Negara saat memberikan keterangan pers di Hotel Millenium, UN Plaza, Amerika Serikat Jumat (28/9) siang waktu setempat.
Presiden menyatakan sudah berkomunikasi dengan Menteri Perhubungan dan mendengarkan laporan tentang upaya pencarian di lokasi kejadian. Berdasarkan laporan, dari keseluruhan 214 penumpang, tujuh di antaranya tewas.
“Saya minta dilapori upaya pencarian, bukan hanya saudara kita yang terkena musibah, tapi juga kapalnya tenggelam di mana," katanya.
Presiden meminta secepatnya dilakukan investigasi dan langkah-langkah hukum untuk mengungkap penyebab terjadinya kecelakaan.
Berdasarkan investigasi awal, korban selamat karena menggunakan pelampung dan mengikuti arahan setelah terjadi kepanikan di atas kapal.
“Laporan yang saya terima, kapal kita ditabrak oleh kapal Singapura. Kapal itu sendiri setelah satu jam baru tenggelam dan yang saya tahu asuransi sudah diberikan, baik kepada pemilik mobil yang tenggelam maupun kepada keluarga yang mengalami musibah,” jelas Presiden.
Seperti diberitakan, Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Bahuga Jaya, pada Rabu (26/9) tenggelam setelah ditabrak kapal Norgas Cathinka, milik perusahaan pelayaran Singapura di Perairan Selat Sunda.
Saat terjadi kecelakaan, kapal Bahuga Jaya sedang berlayar dari Pelabuhan Merak, Banten menuju Bakauheni, Lampung. (nov)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan Menteri Perhubungan E.E Mangindaan melakukan berbagai upaya menemukan korban hilang pasca tenggelamnya KMP Bahuga Jaya.
Kapal yang melayani pelayaran Merak-Bakauheni ditabrak sebuah kapal berbendera Singapura.
“Saya ingin hukum ditegakkan, kompensasi diberikan, dan segala sesuatunya harus dapat diselesaikan seadil-adilnya,” kata Kepala Negara saat memberikan keterangan pers di Hotel Millenium, UN Plaza, Amerika Serikat Jumat (28/9) siang waktu setempat.
Presiden menyatakan sudah berkomunikasi dengan Menteri Perhubungan dan mendengarkan laporan tentang upaya pencarian di lokasi kejadian. Berdasarkan laporan, dari keseluruhan 214 penumpang, tujuh di antaranya tewas.
“Saya minta dilapori upaya pencarian, bukan hanya saudara kita yang terkena musibah, tapi juga kapalnya tenggelam di mana," katanya.
Presiden meminta secepatnya dilakukan investigasi dan langkah-langkah hukum untuk mengungkap penyebab terjadinya kecelakaan.
Berdasarkan investigasi awal, korban selamat karena menggunakan pelampung dan mengikuti arahan setelah terjadi kepanikan di atas kapal.
“Laporan yang saya terima, kapal kita ditabrak oleh kapal Singapura. Kapal itu sendiri setelah satu jam baru tenggelam dan yang saya tahu asuransi sudah diberikan, baik kepada pemilik mobil yang tenggelam maupun kepada keluarga yang mengalami musibah,” jelas Presiden.
Seperti diberitakan, Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Bahuga Jaya, pada Rabu (26/9) tenggelam setelah ditabrak kapal Norgas Cathinka, milik perusahaan pelayaran Singapura di Perairan Selat Sunda.
Saat terjadi kecelakaan, kapal Bahuga Jaya sedang berlayar dari Pelabuhan Merak, Banten menuju Bakauheni, Lampung. (nov)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




