Dua Nahkoda MT North Ditetapkan Tersangka
Sabtu, 29 September 2012 | 11:39 WIB
Juru mudi kapal Cristian Brian masih menjalani pemeriksaan sebagai saksi.
Dua nahkoda kapal tanker MT North Gas Chantika yang menabrak KMP Bahuga Jaya Rabu (26/9) sekitar pukul 04.50 WIB di perairan Selat Sunda yakni Ernesto Lat (53) beserta Chief Officer Su Jibing (38) ditetapkan sebagai tersangka.
Sedangkan juru mudi kapal Cristian Brian masih menjalani pemeriksaan sebagai saksi.
"Penetapan keduanya, setelah aparat kepolisian Lampung melalui Direktorat Polisi Air dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus serta dari Mabes Polri melakukan pemeriksaan secara intensif," ujar Kepala Bagian Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih pada SP Jumat malam (28/9).
Meski demikan dia menolak menjelaskan secara rinci sejauh mana kesalahan dua orang warga negara Filipina dan China itu. Dia hanya mengungkapkan, mereka lalai mengemudikan kapalnya sehingga menabrak KMP Bahuga Jaya yang menewaskan tujuh orang itu.
Pencarian Korban
Sementara itu hingga Jum'at sore (28/9) upaya pencarian korban yang diduga masih berada dalam kapal belum membuahkan hasil.
Tim pencarian yang terdiri dari Basarnas Pusat, Tim SAR Lampung, Denjaka Marinis, Marinir PIabung Lampung dan Dinas Perhubungan Lampung belum bisa menyelam dengan kedalaman lebih dari 50 meter karena arus air laut cukup kencang.
"Diperkirakan body kapal berada lebih dari 70 meter ke dasar laut dan berdasarkan deteksi Esco Sounder Portable tubuh kapal berada pada titik koordinat 05.53. 223 south (selatan) 105.51.174 east (timur)," ujar Koordinator SAR Monitoring Center untuk pencarian KMP Bahuga Jaya, Saidar L Jaya, saat dikonfirmasi.
Menurutnya tim yang menyisir lokasi telah mendeteksi keberadaan kapal KMP Bahuga Jaya pada kedalamam 70 meter. Saat ini, ungkapnya, tim penyelam sedang mencoba melakukan upaya penyelaman. "Penyelaman dengan kedalaman diatas 50 meter memerlukan peralatan khusus," tandasnya
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta bantuan alat pendeteksi lokasi tenggelamnya kapal seperti yang digunakan ketika mencari lokasi tenggelamnya KMP Surya Indah di perairan Mahakam, Kalimantan Timur bulan lalu.
"Mudah-mudahan besok (hari ini) alat yang dimaksud sudah tiba dan langsung bisa dipergunakan," ujarnya.
Dua nahkoda kapal tanker MT North Gas Chantika yang menabrak KMP Bahuga Jaya Rabu (26/9) sekitar pukul 04.50 WIB di perairan Selat Sunda yakni Ernesto Lat (53) beserta Chief Officer Su Jibing (38) ditetapkan sebagai tersangka.
Sedangkan juru mudi kapal Cristian Brian masih menjalani pemeriksaan sebagai saksi.
"Penetapan keduanya, setelah aparat kepolisian Lampung melalui Direktorat Polisi Air dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus serta dari Mabes Polri melakukan pemeriksaan secara intensif," ujar Kepala Bagian Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih pada SP Jumat malam (28/9).
Meski demikan dia menolak menjelaskan secara rinci sejauh mana kesalahan dua orang warga negara Filipina dan China itu. Dia hanya mengungkapkan, mereka lalai mengemudikan kapalnya sehingga menabrak KMP Bahuga Jaya yang menewaskan tujuh orang itu.
Pencarian Korban
Sementara itu hingga Jum'at sore (28/9) upaya pencarian korban yang diduga masih berada dalam kapal belum membuahkan hasil.
Tim pencarian yang terdiri dari Basarnas Pusat, Tim SAR Lampung, Denjaka Marinis, Marinir PIabung Lampung dan Dinas Perhubungan Lampung belum bisa menyelam dengan kedalaman lebih dari 50 meter karena arus air laut cukup kencang.
"Diperkirakan body kapal berada lebih dari 70 meter ke dasar laut dan berdasarkan deteksi Esco Sounder Portable tubuh kapal berada pada titik koordinat 05.53. 223 south (selatan) 105.51.174 east (timur)," ujar Koordinator SAR Monitoring Center untuk pencarian KMP Bahuga Jaya, Saidar L Jaya, saat dikonfirmasi.
Menurutnya tim yang menyisir lokasi telah mendeteksi keberadaan kapal KMP Bahuga Jaya pada kedalamam 70 meter. Saat ini, ungkapnya, tim penyelam sedang mencoba melakukan upaya penyelaman. "Penyelaman dengan kedalaman diatas 50 meter memerlukan peralatan khusus," tandasnya
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta bantuan alat pendeteksi lokasi tenggelamnya kapal seperti yang digunakan ketika mencari lokasi tenggelamnya KMP Surya Indah di perairan Mahakam, Kalimantan Timur bulan lalu.
"Mudah-mudahan besok (hari ini) alat yang dimaksud sudah tiba dan langsung bisa dipergunakan," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




