Sabam Sirait Sebut Pembuat Film Anti-Islam sebagai Pengkhianat Gereja
Minggu, 30 September 2012 | 16:35 WIB
Seluruh umat beragama di Indonesia diminta bersatu melawan segala macam bentuk penistaan terhadap agama manapun dan dimanapun.
Tidak hanya itu, seluruh umat beragama juga diminta melakukan aksi apabila ada bentuk penistaan terhadap agama di depan mata.
Hal tersebut diungkapkan oleh politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sabam Sirait di depan ribuan massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang melakukan aksi protes menentang film 'Innocence of Muslims' di Jakarta, Minggu (30/9).
"Bangsa kita yang sudah merdeka tidak boleh dijajah kembali oleh baik Amerika maupun Israel. Kita harus tetap merdeka dalam bentuk apapun termasuk kebebasan untuk saling menghormati agama yang ada," kata Sabam yang juga salah satu pendukung fusi PDI pada tahun 1973 dari unsur Parkindo (Partai Kristen Indonesia) itu.
Menurut Sabam, Nakoula Basseley, salah satu pembuat film yang sempat beredar di situs YouTube tersebut adalah pengkhianat persekutuan gereja. Nakoula, warga Amerika Serikat keturunan Mesir penganut Kristen Koptik.
"Dewan gereja sedunia mengutuk tindakan Basseley yang melakukan penghinaan terhadap umat Islam. Dia adalah pengkhianat gereja, mari kita bersatu melawan ketidakadilan," teriaknya.
Dalam orasinya, Sabam juga mengatakan ungkapan penghormatannya terhadap PKS yang selama ini konsisten menentang kolonialisme.
"Saya menghormati PKS yang anti kolonialisme. Ini harus dicontoh supaya orang Kristen tidak berubah menjadi alat kolonial. Supaya semua kekuatan bersatu seperti PKS," tukasnya.
Tidak hanya itu, seluruh umat beragama juga diminta melakukan aksi apabila ada bentuk penistaan terhadap agama di depan mata.
Hal tersebut diungkapkan oleh politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sabam Sirait di depan ribuan massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang melakukan aksi protes menentang film 'Innocence of Muslims' di Jakarta, Minggu (30/9).
"Bangsa kita yang sudah merdeka tidak boleh dijajah kembali oleh baik Amerika maupun Israel. Kita harus tetap merdeka dalam bentuk apapun termasuk kebebasan untuk saling menghormati agama yang ada," kata Sabam yang juga salah satu pendukung fusi PDI pada tahun 1973 dari unsur Parkindo (Partai Kristen Indonesia) itu.
Menurut Sabam, Nakoula Basseley, salah satu pembuat film yang sempat beredar di situs YouTube tersebut adalah pengkhianat persekutuan gereja. Nakoula, warga Amerika Serikat keturunan Mesir penganut Kristen Koptik.
"Dewan gereja sedunia mengutuk tindakan Basseley yang melakukan penghinaan terhadap umat Islam. Dia adalah pengkhianat gereja, mari kita bersatu melawan ketidakadilan," teriaknya.
Dalam orasinya, Sabam juga mengatakan ungkapan penghormatannya terhadap PKS yang selama ini konsisten menentang kolonialisme.
"Saya menghormati PKS yang anti kolonialisme. Ini harus dicontoh supaya orang Kristen tidak berubah menjadi alat kolonial. Supaya semua kekuatan bersatu seperti PKS," tukasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




