Penistaan Agama Mestinya Juga Ditindak PBB
Minggu, 30 September 2012 | 17:51 WIB
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) didesak untuk segera mengesahkan pasal-pasal antipenistaan agama.
Ini agar bentuk-bentuk penistaan agama di berbagai negara manapun tidak akan terjadi lagi.
Edi Kusuma, mewakili masyarakat Tionghoa, yang ikut dalam orasi damai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta, Minggu (30/9), menentang ada penistaan agama Islam khususnya kepada Nabi Muhammad SAW dalam film Innocence of Muslims.
Ia menyerukan dunia, melalui PBB, dianggap memiliki peran yang signifikan didalam menjaga kerukunan umat beragama di dunia.
"Saya sebagai umat Buddha sangat tidak bisa menerima bentuk penistaan ini. Maka itu saya mendukung Presiden SBY yang kemarin didalam kongres PBB meminta mencantumkan penistaan agama dalam salah satu resolusi PBB," ujarnya.
Perwakilan agama Buddha lainnya, yakni Biksu Dwi Wirya, juga mengatakan hal serupa dan mengutuk keras siapapun yang melakukan penistaan agama.
"Karena siapa yang menghina, mengotori, simbol-simbol agama ganjarannya adalah neraka yang paling dalam. Semoga orang-orang yang tidak bertanggungjawab ini segera diberi ganjaran oleh uhan," serunya.
Ribuan massa PKS, menggelar orasi damai di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jl Medan Merdeka Utara, menuntut tindakan tegas Amerika atas pembuat film Innocence of Muslims yang dianggap telah menghina Nabi besar Islam, Muhammad SAW.
Tidak hanya orang dewasa yang hadir dalam aksi tersebut, para orangtua juga terlihat membawa putra-putri mereka dalam aksi yang digelar sejak pukul 14.00 WIB.
Ini agar bentuk-bentuk penistaan agama di berbagai negara manapun tidak akan terjadi lagi.
Edi Kusuma, mewakili masyarakat Tionghoa, yang ikut dalam orasi damai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta, Minggu (30/9), menentang ada penistaan agama Islam khususnya kepada Nabi Muhammad SAW dalam film Innocence of Muslims.
Ia menyerukan dunia, melalui PBB, dianggap memiliki peran yang signifikan didalam menjaga kerukunan umat beragama di dunia.
"Saya sebagai umat Buddha sangat tidak bisa menerima bentuk penistaan ini. Maka itu saya mendukung Presiden SBY yang kemarin didalam kongres PBB meminta mencantumkan penistaan agama dalam salah satu resolusi PBB," ujarnya.
Perwakilan agama Buddha lainnya, yakni Biksu Dwi Wirya, juga mengatakan hal serupa dan mengutuk keras siapapun yang melakukan penistaan agama.
"Karena siapa yang menghina, mengotori, simbol-simbol agama ganjarannya adalah neraka yang paling dalam. Semoga orang-orang yang tidak bertanggungjawab ini segera diberi ganjaran oleh uhan," serunya.
Ribuan massa PKS, menggelar orasi damai di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jl Medan Merdeka Utara, menuntut tindakan tegas Amerika atas pembuat film Innocence of Muslims yang dianggap telah menghina Nabi besar Islam, Muhammad SAW.
Tidak hanya orang dewasa yang hadir dalam aksi tersebut, para orangtua juga terlihat membawa putra-putri mereka dalam aksi yang digelar sejak pukul 14.00 WIB.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




